April 17, 2026

Pemkab Kubu Raya Perkuat Pembinaan Pelajar Usai Insiden Molotov di SMPN 3 Sungai Raya

istockphoto-1498822126-612x612

Illustration of Molotov cocktail isolated on white background. Design element for label, sign, poster, menu. Vector illustration

KILASKALBAR – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap pelajar serta keluarga menyusul insiden pelemparan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya yang menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah, Selasa (4/2).

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubu Raya, Syarif Firdaus, mengatakan pihaknya telah melakukan pendalaman terhadap anak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Kami sudah menelusuri akar masalah anak yang terlibat. Saat ini yang bersangkutan masih dalam pemantauan. Secara aktivitas sebenarnya sudah normal, namun tetap perlu pendampingan lebih lanjut,” kata Syarif Firdaus di Sungai Raya, Rabu.

Menurutnya, peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat sistem pengawasan terhadap remaja, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Hasil pendalaman sementara menunjukkan adanya faktor tekanan psikologis yang dipengaruhi kondisi keluarga. Pemerintah menemukan bahwa orang tua dan kakek anak tersebut sedang sakit, sehingga situasi tersebut diduga turut memengaruhi kondisi mental anak.

“Peran orang tua sangat penting. Lingkungan keluarga harus menjadi perhatian utama. Anak seusia ini seharusnya tidak menanggung beban persoalan keluarga yang berat,” ujarnya.

Dinas Pendidikan bersama pihak sekolah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta kepolisian akan melakukan pembinaan khusus dan pendampingan psikologis agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain itu, pengawasan di lingkungan sekolah akan diperketat, termasuk mendorong pelajar mengikuti kegiatan ekstrakurikuler positif serta meminimalkan praktik perundungan.

Syarif juga mengimbau orang tua untuk lebih aktif memantau aktivitas anak di rumah, termasuk penggunaan telepon genggam dan permainan daring.

“Kami mengimbau orang tua memperhatikan kegiatan anak di rumah dan mengarahkan mereka pada aktivitas positif sesuai minat serta cita-cita mereka,” katanya.

Terkait penanganan hukum, pemerintah menegaskan pendekatan yang digunakan mengedepankan pembinaan.

“Prinsipnya ultimum remedium. Kita selesaikan akar masalah dulu dan fokus pada pembinaan karena anak ini masih di bawah umur,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menyayangkan aksi tersebut meski tidak menimbulkan kerusakan serius.

“Saya sudah monitor dan sangat menyayangkan aksi ini. Walaupun tidak ada kerusakan, tindakan tersebut tetap tidak bisa ditoleransi karena menimbulkan ketidaknyamanan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Perhatian juga datang dari Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri. Ia menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter di satuan pendidikan.

Menurut Faisal, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu, tetapi juga sebagai ruang pembinaan mental, emosional, dan moral peserta didik. Ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan keluarga agar pengawasan terhadap siswa semakin diperkuat.

Insiden tersebut menyebabkan satu orang korban yang telah mendapatkan penanganan medis. Pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *