Mei 2, 2026

Safari Ramadan, Gubernur Kalbar Ingatkan Empat Perkara Yang Tak Akan Kembali

IMG-20260302-WA0001

Gubernur Kalbar memberikan tausiah saat Safari Ramadan di Kabupaten Landak ( Foto : Humas Pemprov )

​KILASKALBAR – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Jami’ Keraton Ismahayana saat Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan dalam Safari Ramadannya menyampaikan kultum di hadapan jamaah shalat tarawih, Minggu malam (1/3/2026).

Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya kesadaran spiritual melalui empat pedoman hidup yang bersifat mutlak dan tidak dapat diulang.

Kegiatan yang turut dihadiri jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat serta para tokoh masyarakat ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus pengingat bagi umat Muslim di tengah kesibukan menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Dalam kultum singkatnya, Gubernur menggarisbawahi bahwa ada empat perkara dalam kehidupan manusia yang apabila telah berlalu, tidak akan pernah dapat ditarik kembali oleh kekuatan apa pun. Keempat hal tersebut harus menjadi kompas dalam menjalani kehidupan.

Pertama, umur yang diberikan. Setiap manusia memiliki jatah usia yang terus berkurang setiap harinya.
“Saya mengingatkan bahwa sisa umur harus dimanfaatkan untuk meningkatkan ketakwaan sebelum waktu tersebut habis,” tuturnya.

Kedua, waktu yang terlewati. Waktu merupakan aset paling berharga karena tidak dapat diputar kembali.
“Mari seluruh jamaah disiplin dalam beribadah dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada saat ini,” tambahnya.

Ketiga, masa muda.
“Masa muda adalah masa kekuatan fisik dan semangat. Gunakan energi tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat dan produktif bagi agama serta sesama, sebelum datangnya masa tua,” terangnya.

Keempat, harta benda. Menurutnya, harta bukan sekadar simbol status, melainkan amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.
“Saya mengingatkan agar setiap harta diperoleh dengan cara yang halal dan dibelanjakan di jalan yang benar,” tegasnya.

Melalui empat pedoman tersebut, Gubernur berharap masyarakat Kabupaten Landak dapat menjalani sisa bulan Ramadhan dengan kualitas ibadah yang semakin meningkat.
“Apabila kita diberikan umur dan kesempatan hidup, mari kita gunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan iman dan takwa,” pungkasnya.

Di akhir kegiatan, Gubernur menyerahkan secara simbolis bantuan berupa sarung sholat, mukena, Al-Qur’an, serta bantuan uang tunai sebesar Rp30 juta kepada pengurus Masjid Jami’ Keraton Ismahayana Kab. Landak (dk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *