April 17, 2026

Debit Air Meningkat, Pertamina Pastikan Pasokan di Perhuluan Kalbar Kembali Stabil

IMG-20260221-WA0000

Petugas Pertamina sedang melakukan pengecekan ketinggian air (Foto: Humas Pertamina)

KILASKALBAR – Guna memastikan pasokan segera kembali stabil, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan terus mempercepat upaya pemulihan distribusi BBM di wilayah hulu Kalimantan Barat. Langkah percepatan dilakukan untuk mendukung kelancaran penyaluran BBM di Kabupaten Sintang, Melawi, Kapuas Hulu, Sanggau, dan Sekadau yang sebelumnya terdampak akibat menurunnya ketinggian sungai di wilayah hulu Kalimantan Barat.

Berbagai strategi dijalankan secara simultan melalui optimalisasi jalur darat melalui pengiriman melalui mobil tangki langsung dari Integrated Terminal Pontianak, penguatan koordinasi lintas stakeholder, serta penerapan skema distribusi alternatif guna mempercepat normalisasi penyaluran.

Seiring dengan peningkatan signifikan tinggi muka air Sungai Melawi dalam beberapa hari terakhir saat ketinggian minimum sungai tercapai, kapal-kapal pengangkut BBM yang sebelumnya tertahan kini dapat kembali bergerak menuju Fuel Terminal Sintang secara bertahap. Pergerakan ini menjadi momentum penting dalam mempercepat pemulihan distribusi di wilayah hulu.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun menyampaikan bahwa Pertamina terus memaksimalkan seluruh jalur distribusi agar pasokan segera kembali stabil.

“Dengan kenaikan level air dan bergeraknya kembali kapal suplai menuju Fuel Terminal Sintang, kami berharap distribusi BBM di wilayah hulu Kalbar akan segera kembali normal. Upaya percepatan juga terus dilakukan melalui optimalisasi pengiriman dari Pontianak serta pengaturan pola distribusi yang lebih efisien,” ujarnya dalam keterangan press rilisnya pada Sabtu (21/02/2026).

Sebagai langkah strategis percepatan, Pertamina juga telah mengaktifkan penggunaan dermaga alternatif di Sanggau sebagai titik pembongkaran sementara. Skema ini menjadi terobosan penting dalam penanganan distribusi karena memungkinkan proses alih muat BBM dari kapal ke mobil tangki dilakukan lebih cepat dan fleksibel. Dengan adanya titik bongkar tambahan tersebut, waktu tempuh distribusi ke wilayah terdampak dapat dipangkas secara signifikan sehingga mempercepat penguatan stok di SPBU.

Sementara itu, pihaknya memastikan stok BBM secara umum untuk wilayah Kalimantan Barat dalam kondisi aman dan penyaluran ke SPBU terus diprioritaskan, khususnya pada jalur strategis dan pusat aktivitas masyarakat. Koordinasi bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum juga terus dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga mengapresiasi dukungan penuh dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, mitra lembaga penyalur, serta masyarakat yang tetap tenang dan bijak dalam melakukan pembelian selama proses pemulihan berlangsung.

“Kami memohon kerja sama seluruh pihak agar distribusi dapat terus berjalan lancar dan merata. Dukungan seluruh stakeholder sangat membantu percepatan pemulihan demi terpenuhinya kebutuhan energi masyarakat di wilayah hulu Kalbar,” tutup Edi.

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi berkala hingga distribusi sepenuhnya kembali normal dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *