April 22, 2026

Perkuat Koperasi Desa, Pemprov Kalbar Siapkan 245 Pendamping KDKMP

WhatsApp-Image-2025-10-20-at-13.55.52-1024x684

KILASKALBAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menunjukkan komitmennya mendukung percepatan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digagas pemerintah pusat. Salah satu upaya konkret adalah melalui pelatihan peningkatan kapasitas bagi para pendamping koperasi.

Pelatihan angkatan pertama tahun 2025 ini dibuka secara resmi pada Senin (20/10) di Hotel Harris Pontianak. Sekretaris Daerah Kalbar, dr. Harisson, M.Kes., menegaskan pentingnya pelatihan bagi pendamping untuk mendukung pengurus koperasi dalam menjalankan usaha secara profesional.

“Tidak semua pengurus koperasi mengerti tentang bisnis dan pengelolaan usaha. Karena itu, kita melakukan pelatihan terhadap para pendamping koperasi. Setelah dilatih, mereka akan mendampingi sekaligus memberikan pelatihan kepada Project Management Officer (PMO) atau petugas manajemen koperasi,” ujar Harisson.

Ia menekankan bahwa peran pendamping dan PMO sangat vital untuk membantu koperasi menggali potensi ekonomi lokal.

“Dengan begitu, mereka mampu melihat peluang bisnis di desa atau kelurahan untuk dikembangkan menjadi usaha maju, yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi maupun masyarakat sekitar,” tambahnya.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalbar, Ayub Barombo, menjelaskan jumlah pendamping KDKMP di Kalbar saat ini mencapai 245 orang, terdiri dari 30 PMO dan 215 business assistant, yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

“Harapan kami, pengurus koperasi dan pendamping dapat bersinergi. Jangan sampai ada perbedaan pandangan yang menghambat jalannya koperasi,” ujar Ayub.

Selain itu, Kementerian Koperasi dan UKM RI telah menyiapkan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes), sebuah platform digital yang mempermudah kerja sama koperasi desa dengan berbagai mitra usaha.

Pelatihan pendamping ini menjadi bagian dari upaya sistematis Pemprov Kalbar untuk memastikan koperasi tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi juga berjalan produktif, profesional, dan berkontribusi nyata terhadap ekonomi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *