Mei 2, 2026

Kadisdikbud Kalbar Sambut Siswa Baru di Sekolah Perbatasan Ketungau Hulu

WhatsApp-Image-2025-08-13-at-01.36.52-1024x626

KATAKALBAR – Di tengah bentangan hutan dan jalan berlumpur pedalaman Kalimantan Barat, semangat pendidikan tak pernah padam. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Rita Hastarita, menyambut langsung para siswa baru di SMA Negeri 2 Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, pada hari pertama tahun ajaran baru, Senin (14/7/2025).

Sekolah yang berdiri di wilayah perbatasan negara ini menjadi saksi nyata hadirnya negara untuk menjamin pemerataan pendidikan hingga ke pelosok Kalbar.

Perjalanan Panjang Menuju Sekolah di Ujung Negeri

Perjalanan rombongan Disdikbud Kalbar menuju sekolah tersebut bukanlah hal mudah. Diperlukan waktu lebih dari 12 jam melalui jalur tanah merah yang belum beraspal dan medan berat khas pedalaman.

Namun bagi Rita, perjalanan panjang itu tak sebanding dengan kebahagiaan melihat anak-anak di perbatasan memulai hari pertama sekolah dengan semangat tinggi.

“Hari ini anak-anak di SMAN 2 Ketungau Hulu memulai perjalanan baru dalam hidup mereka. Langkah kaki mereka adalah langkah masa depan. Semangat mereka mengingatkan kita bahwa pendidikan harus menjangkau semua, tanpa kecuali,” ujar Rita dengan penuh haru.

Kehadirannya bukan sekadar seremonial, tetapi juga memastikan secara langsung bahwa layanan pendidikan di wilayah pedalaman berjalan baik dan sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.

Dedikasi Guru, Pilar Pendidikan di Perbatasan

Dalam kesempatan itu, Rita juga memberikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik yang mengabdikan diri di SMAN 2 Ketungau Hulu. Ia menilai para guru tersebut adalah “pahlawan sesungguhnya” di dunia pendidikan.

“Bapak dan Ibu guru di sini bukan hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi. Mereka menjaga semangat anak-anak tetap menyala meski dalam keterbatasan,” ungkapnya.

Para guru di sekolah ini berperan ganda — tak hanya sebagai pendidik akademik, tetapi juga pembimbing moral, motivator, bahkan pengganti orang tua bagi siswa yang tinggal jauh dari keluarga.

Pendidikan sebagai Wujud Keadilan Sosial

Rita menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan simbol kehadiran negara hingga ke perbatasan. Menurutnya, pendidikan bukan semata urusan fasilitas atau kurikulum, tetapi bentuk nyata keadilan sosial bagi semua warga negara.

“Tidak boleh ada anak Indonesia yang tertinggal hanya karena tempat tinggalnya jauh dari kota. Pemerintah hadir untuk memastikan hak belajar mereka terpenuhi,” tegasnya.

Dengan beroperasinya SMAN 2 Ketungau Hulu, kini ratusan anak di wilayah perbatasan dapat melanjutkan pendidikan menengah tanpa harus menempuh perjalanan berjam-jam ke pusat kota.

Langkah Kecil, Dampak Besar

Bagi Rita, sekolah seperti SMAN 2 Ketungau Hulu merupakan pondasi penting pembangunan sumber daya manusia Kalbar. Meski tantangannya besar, langkah kecil ini dipercaya akan memberi dampak besar bagi masa depan daerah.

“Saya percaya, di antara anak-anak di sini ada calon guru, pemimpin, dokter, atau insinyur masa depan. Tugas kita adalah memastikan jalan mereka terbuka,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *