Tingkatkan Kewaspadaan Karhutla, Polresta Siagakan Pasukan
Kebakaran Hutan dan Lahan yang terjadi di Kota Pontianak (Foto:Dika Febriawan)
KILASKALBAR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat, termasuk di Kota Pontianak.
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto mengatakan, kepolisian meningkatkan kewaspadaan serta langkah pencegahan guna mengantisipasi meluasnya kebakaran. pihaknya juga terus melakukan pemantauan secara intensif melalui satelit maupun berbagai aplikasi pemantau titik api.
Apabila ditemukan adanya hotspot, jajaran kepolisian mulai dari tingkat Polres hingga Polsek langsung bergerak ke lapangan untuk mengambil langkah pencegahan.
“Yang jelas tentunya kita memantau baik melalui satelit ataupun aplikasi-aplikasi yang ada. Apabila ditemukan ada titik api, segera rekan-rekan di lapangan dari Polres sampai Polsek jajaran mengambil langkah-langkah berkindahkan untuk mencegahnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum terjadinya kebakaran, jajaran Satuan Binmas Polresta Pontianak telah lebih dahulu melakukan upaya preemtif dan preventif melalui edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat terkait peraturan perundang-undangan tentang larangan pembakaran hutan dan lahan.
Selain itu, pihak kepolisian juga kembali mengingatkan masyarakat melalui maklumat Kapolda Kalimantan Barat agar tidak melakukan pembakaran hutan, baik secara sengaja maupun tidak disengaja.
“Upaya-upaya preemtif dan preventif terus kami lakukan. Namun apabila ditemukan adanya unsur kesengajaan, kami tidak akan ragu untuk melakukan penindakan hukum,” tegasnya.
Kombes Pol Endang menambahkan, personel dan peralatan telah disiagakan untuk mengantisipasi karhutla, khususnya di wilayah Pontianak Utara dan Pontianak Selatan yang berdasarkan laporan sudah mulai dipetakan sebagai daerah rawan.
Menurutnya, kondisi cuaca saat ini turut meningkatkan potensi kebakaran.
Meski pada Desember hingga awal Januari masih sering terjadi hujan, kini intensitasnya mulai berkurang dan cuaca panas mulai terasa.
“Terik matahari yang mulai panas ini dapat mengaktifkan kebakaran hutan, baik secara sengaja maupun tidak disengaja,” pungkasnya.(dk)
