Jakarta: Kearifan Lokal Tersembunyi di Balik Megahnya Metropolis

oleh -53 views
Penjual kerak telor saat melayani pelanggan di JTF 2019 di Ayani Mega Mall Pontianak

PONTIANAK, KILASKALBAR.com- DKI Jakarta. Mendengar nama kota ini, di benak ini langsung terlintas suasana kemegahan, metropolitan dan sibuknya aktivitas ibu kota.

Tapi di “keriuhan” itu, masih tersimpan warisan budaya dan kearifan lokal yang sampai sekarang masih bersembunyi di balik bayang-bayang metropolis. Yang tentu saja memantik rasa penasaran untuk dikenali.

Hal itu dapat dijumpai di Ayani Mega Mall, Pontianak. Orang di Bumi Khatulistiwa bisa mengenal Jakarta lebih dalam lewat pameran Jakarta Travel Fair (JTF) 2019 pada 25-29 September.

Di sini beragam ciri khas Jakarta dipajang. Bak sebuah miniatur daerah, panitia pun menyediakan promo wisata untuk mengantar kita berpelesir ke kota yang disebut Batavia itu dulunya.

Sedikitnya 26 industri pariwisata dari Jakarta baik hotel, maskapai penerbangan, destinasi wisata, transportasi, biro perjalanan, pusat perbelanjaan dan UKM Jakarta hadir dalam pameran. Tujuannya tak lain untuk memudahkan warga Pontianak yang akan berkunjung ke Jakarta.

Sriwijaya Group melalui Staff CSA Sriwijaya Group Hary Muliana menyebutkan maskapainy siap memboyong warga Kalbar khususnya Pontianak yang berniat berwisata ke Jakarta. Tarif yang diberikan juga sangat murah.

“Dimana selama satu jam di program crazy sale (Sabtu, kemarin) kita akan memberikan harga promosi tiket Pontianak-Jakarta di angka Rp500 ribu. Di mana biasanya harga Rp1,3 juta, dan ini berlaku pada periode terbang dari tanggal 29 Sepetember hingga 19 Desember 2019,” jelasnya.

Tak cuma transportasi yang murah, begitu ksampai di Jakarta, melalui ajang JTF ini juga disediakan penginapan hotel murah dengan harga promo. Ini tentu menguntungkan, mengingat hotel-hotel di Jakarta mematok harga yang cukup tinggi jika di hari biasanya.

Promo nginap murah itu disediakan oleh Hotel IBIS Jakarta Tamarin. Hotel ini hadir dengan memberikan berbagai penawaran khusus bagi masyarakat yang hendak berkunjung ke ibukota. Lokasinya yang strategis di tengah kota membuat hotel ini lebih mudah dijumpai oleh masyarakat.

“Memang dari sisi akses sendiri IBIS Jakarta Tamarin ini sudah sangat tepat menjadi pilihan pengunjung jika datang ke Jakarta. Sebab untuk akses atau bepergian kemana saja, baik itu pusat perbelanjaan, wisata, lebih dekat diakses dari Hotel IBIS dan kita akan memberikan harga promo di crazy sale besok untuk harga kamar kita,” kata Sales Executive IBIS Jakarta Tamarin, Erlin Sintiya ditemui di Ayani Mega Mall Pontianak, kemarin.

Hotel lainnya, yakni Amaris Hotel. Menurut Aguswandi sang manajer, hotelnya ini cukup besar dan cabang terbanyak di Indonesia ini. Tentu memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan hotel-hotel lainnya, dimana hotel yang terletak di Jalan Mangga Besar Raya No 7-11 ini, memiliki konsep kekeluargaan namun dikelola secara profesional.

“Dari sisi harga kita bermain di angka Rp400 ribuan ke atas,” katanya.

Di JTF ini, Agus mengutarakan baru pertama kali terjun di ajang yang sudah berlangsung sebanyak empat kali ini. Dia menilai potensi Kota Pontianak cukup bagus. Meskipun baru pertama kali, namun pihaknya menargetkan penjualan melebihi hotel lain.

“Even-even seperti ini sangat membantu kami sebagai pelaku wisata, terlebih khusus JTF pada Sabtu besok kita ada program Crazy sale, dimana Amaris akan memberikan harga dibawah dari harga normal, mulai dari Rp199.000,” ucapnya.

Nah, setelah dapat akomodasi dan penginapan murah, tentunya tinggal menikmati wisata di Jakarta. Tapi sebelum melangkah ke sana, ada baiknya berkenalan dulu dengan dua kuliner khas yang ada di sana. Kerak telor dan bir pletok.

Kedua penganan tradisional khas ini, ikut mejeng di ajang JTF 2019.

Pak Boy, pembuat kerak telor, tangannya tampak cekatan saat meracik bahan-bahan makanan ini ke dalam wajan penggorengan.
“Sudah cukup lama berjualan kerak telor, dan memang makanan ini khas dari Jakarta,” ucapnya seraya melayani pengunjung yang hendak membeli.

Sementara di stan UMKM binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta yang menyediakan bir pletok, Luky Handayani terlihat menawarkan segarnya bir non alkohol itu kepada pengunjung.

“Bir pletok ini hanya bisa dijumpai di Jakarta. Sebab ini termasuk minuman tradisional kami. Bahannya yang memang berasal dari rempah-rempah, seperti jahe, kayu secang, cengkeh, pala, jahe merah dan berbagai campuran lainnya diolah menjadi satu. Rasanya hampir mirip dengan wedang jahe, namun tentu ada perbedaan, misalnya dari sisi warna air yang berwarna merah dan rasanya,” ucapnya.

Di stan ini, juga menjual berbagai aneka panganan lainnya. Semacam dodol khas Jakarta, cemilan akar kelapa, biji ketapang, sagon dan berbagai panganan lainnya dapat dijumpai di sini.

Di sisi lain, ajang yang diprakarsai oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI ini juga memantik apresiasi Pemprov Kalbar, terutama Dinas Pemuda olahraga dan Pariwisata Kalbar.

Kadisporapar Kalbar, Natalia Karyawati menyebutkan kehadiran ajang ini juga diharapkan dapat menumbuhkembangkan sektor pariwisata di Kalbar.

“Tentu sebagai tuan rumah, kita berterimakasih sekali kepada Pemda DKI Jakarta yang telah menyelenggarakan event ini. Tentu ini sangat menguntungkan bagi kami di Kalbar, sebab disamping DKI memasarkan wisatanya, kita juga bisa belajar dan membangun kerja sama. Sehingga pengembangan potensi pariwisata kita bisa lebih baik dengan begitu kunjungan wisatawan bisa meningkat,” ungkap Natalia Karyawati.

Natalia mengatakan, untuk meningkatkan kepariwisataan sendiri tentu akses transportasi salah satunya penerbangan berpengaruh. Kemudian kondisi alam yang kerap berubah-ubah yang ikut berdampak pada kepariwisataan di provinsi ini.

Menurutnya, DKI Jakarta sangat mudah berpromosi lantaran kota ini merupakan tujuan destinasi wisata, budaya, belanja dan pusat pemerintah.

“Artinya secara konvensional tanpa promosi orang sudah pasti ingin ke Jakarta. Namun tentu pasti ada misi atau target DKI jakarta yang terus gencar melakukan kegiatan pariwisata, seperti halnya untuk meningkatkan PAD. Ini yang akan kami ambil meniru ke depannya, sehingga kita bisa promosi seperti di Jakarta,” ungkapnya.

Kerja sama dengan event JTF bisa berdampak positif pula terhadap investasi di Kalbar. Terutama menyasar industri pariwisata di sana. Misalnya saja perhotelan, transportasi dan lain-lain
Dengan demikian secara tidak langsung akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Kalbar.

“Kegiatan ini kami juga berharap dapat mempromosikan potensi wisata serta keunikan yang ada di Kalbar. Seperti di Singkawang yang merupakan kota tertoleran dan menjamin keamanannya, namun memang kita akui terkait alam seperti kabut asap ini akan mengurangi kunjungan. Ke depannya kerja sama ini dapat terus dilakukan dan saling mempromosikan wisata di dua daerah ini,” paparnya. (and)