Sektor Pariwisata Kalbar Berpeluang Besar Berkembang

oleh -714 views
Sekda Kalbar M Zeet Hamdy Assovie membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Pariwisata, di Hotel Star, Rabu (18/7/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Sekda Kalbar M Zeet Hamdy Assovie mengatakan, sektor pariwisata secara nasional saat ini telah dirancang dan diformulasikan menjadi salah satu program prioritas pembangunan nasional dalam memberikan kontribusi devisa secara nasional mencapai Rp120 triliun dengan jumlah kunjungan sejumlah 9,4 juta wisatawan mancanegara dan 250 juta kunjungan wisatawan nusantara, serta memberikan lapangan kerja bagi 8,7 juta tenaga kerja.

Hadir dalam acara pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM Pariwisata, di Hotel Star, Rabu (18/7/2018), Sekda menjelaskan, pada 2019 target nasional kontribusi devisa sektor pariwisata sebesar Rp240 triliun.

“Dengan jumlah kunjungan sebanyak 20 juta wisatawan mancanegara, 275 wisatawan nusantara dan penyediaan lapangan kerja sebanyak 13 juta tenaga kerja, serta 250 ribu SDM bidang kepariwisataan yang telah tersertifikasi,” ujarnya.

Memiliki luas hampir tiga kali dari Pulau Jawa, kata Zeet, Kalbar memiliki berbagai potensi untuk menjadi destinasi pariwisata dengan kekayaan budaya dan keberagaman religi yang memiliki nilai-nilai luhur. Potensi ini juga didukung dengan letak geografis yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia.

“Yang menjadikan peluang pariwisata Kalbar berkembang dan menjadi salah satu destinasi yang utama bagi nasional bahkan internasional. Dengan potensi dan kondisi geografis yang strategis tersebut, ke depannya Kalimantan Barat diproyeksikan akan mengalami lonjakan jumlah perjalanan wisata yang cukup besar dan patut diperhitungkan. Even pariwisata seperti Cap Go Meh, Gawai Dayak, Pesona Titik Kulminasi bahkan yang saat ini sedang berlasngsung hingga akhir tahun 2018 yakni Festival Danau Sentarum yang merupakan alat untuk tumbuh dan berkembangnya pariwisata Kalbar,” katanya.

Menurut dia, dalam memajukan pariwisata Kalbar, tentunya pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, dibutuhkan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder lainnya.

“Karena wisatawan memerlukan dukungan fasilitas dan jasa dalam hal kunjungan wisatanya, dalam hal ini memerlukan seorang tour operator yang menyediakan pelayanan dan paket-paket wisata, yang diinformasikan secara profesional dan proforsional tentang berbagai poitensi pariwisata yang ada di daerah tersebut,” ucapnya menjelaskan.

Sekda mengatakan, pengelolaan pariwisata secara cermat dan bijak dapat menciptakan berbagai peluang dan kesempatan dalam meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, serta dapat menciptakan nuansa keteduhan dalam masyarakat.

Sekda berharap, kepada para tour operator lokal Kalimantan Barat, agar dapat memberikan kesan yang baik bagi wisatawan.

“Berikanlah informasi yang lengkap, menarik dan tidak mengada-ada serta selalu berpenampilan baik, bersikap ramah dan sopan kepada wisatawan, sebab seorang tour operator pasti lebih memiliki suatu ikatan emosional dengan daerahnya sendiri, serta memberikan peluang usaha bagi masyarakat lokal yang ada di Kalbar, dalam rangka mendukung majunya pariwisata Kalbar yang berkualitas, dan siap bersaing,” tuturnya. (*/qrf)