Kalbar Extravaganza, Jewita Ajak Masyarakat Promosikan Wisata

oleh -351 views
Pembukaan Kalbar Extravaganza di Halaman Parkir Ayani Mega Mall Pontianak

PONTIANAK, KILASKALBAR.com– Perhelatan akbar Kalbar Extravaganza mulai digelar. Event yang mempromosikan pariwisata ini digagas oleh Jejaring Wisata (Jewita) Kalbar yang dipusatkan di Halaman Parkir Ayani Mega Mall mulai tanggal 4 hingga 6 Mei 2018.

Kemeriahan event ini mulai terasa saat pembukaan, Jumat (4/5/2018). Alunan petikan musik sapek mengiringi tarian dipanggung utama.

Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat Sugeng Hariadi mengatakan peran serta komunitas kreatif sangat penting dalam mempromosikan potensi pariwisata povinsi ini.

“Saat ini pariwisata Kita sangat mengapresiasi lomba-lomba ini. Ini juga bagian dari upaya memasarkan pariwisata di Kalbar,” ujar Sugeng, Jumat sore usai  pembukaan.

“Tugaspun tak hanya tanggungjawab pemerintah tapi juga tanggungjawab semua pihak. Jadi perlu sinergi bersama,” sambung Sugeng.

Menurut Sugeng, Kalbar sangat kaya akan potensi wisata. Apalagi saat ini berplesir tengah menjadi tren di Indonesia dan dunia.

Namun perlu pariwisata Kalbar perlu lebih digali lagi, dan diperkenalkan secara luas.

“Salah satunya adalah dengan even Extravaganza ini yang memiliki muatan promosi pariwisata. Jadi kami mengajak masayarakat luas untuk datang ke even ini,” ujarnya.

Sementara itu Asisten III Pemkot Pontianak Hidayati mengatakan sektor jasa dan perdagangan yang menjadi tumpuan ekonomi Pontianak, akan lebih besar lagi bila sektor pariwisata berkembang.

Menurutnya, sektor pariwisata kita sangat diuntungan potensi yang ada.

“Pontianak dengan terkenalnya kuliner , Sungai Kapuas yang semarak dan garis Khatulistiwa memberikan keuntungan bagi kita,” paparnya.

Menurutnya, ada tiga sektor unggulan di bidang industri kreatif seperti kuliner, fesyen, dan kerajinan yang menjadi penyumbang terbesar.

Kontribusi sektor tersebut dipastikan akan semakin tinggi dalam menopang perekonomian bila dikemas pula dalam bagian pariwisata.

Dengan demikian diharapkan ketiga sektor unggulan tersebut dapat terus dikembangkan dengan tidak tergantung pada naik turunnya harga komoditas. (Noy)