Angkat Budaya Dayak Sintang, Ini Rangkaian Kegiatan PGD XXXIII

oleh -1.134 views
Panitia PGD menggelar konferensi pers di Rumah Betang, Pontianak, Sabtu (12/5/2108).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalimantan Barat ke-33 yang akan diselenggarakan di Rumah Radakng, Pontianak, 20-24 Mei 2018, akan mengangkat budaya Dayak dari Kabupaten Sintang.

“Panitia mengangkat nuansa dari Dayak Kabupaten Sintang,” ujar Wakil Ketua III Panitia PGD, Ria, saat konferensi pers di Rumah Betang, Pontianak, Sabtu (12/5/2018).

Mulai dari upacara penyambutan tamu, tarian kolosal, bahkan banner dan baliho yang akan dipajang nantinya, bermotif Dayak Sintang. Ria mengatakan, rangkaian PGD dimulai dari 15 Mei.

“Tanggal 17 sudah ada pembekalan materi untuk bujang dara gawai. Kemudian tanggal 18, kita ziarah ke makam tokoh-tokoh dan aktivis Dayak, kemudian dilanjutkan dengan anjangsana,” terangnya.

Baca juga: Pekan Gawai Dayak Tahun Ini Siap Digelar

Jika PGD sebelumnya anjangsana dilakukan ke lembaga pemasyarakatan (lapas), kali ini panitia mengalihkan ke panti jompo. Panitia PGD menghormati penghuni lapas yang beragama Islam, lantaran dalam nuansa Ramadhan.

“Tapi karena berbentrokan dengan bulan suci Ramadhan, kita tidak ingin ‘menggangu’ saudara-saudara kita di lapas, sehingga kita mengalihkan tahun ini anjangsana ke Panti Jompo Marie Joseph di Jalan 28 Oktober,” kata Ria.

Ia melanjutkan, pada 19 Mei, panitia akan menggelar acara adat Ngampar Bide. Acara ini merupakan ritual adat untuk memohon kepada leluhur agar pelaksanaan PGD berlangsung dengan baik.

“Selanjutnya dilanjutkan dengan Misa Syukur secara agama Katolik. Itu dipimpin langsung oleh Mgr Agustinus Agus, Uskup Agung Pontianak,” paparnya.

“Nah, tanggal 20 Mei itu sendiri adalah pembukaan Pekan Gawai Dayak. Rencananya dibuka jam 10 pagi. Dan yang membuka adalah Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN),” pungkas Ria. (qrf)