Sukiryanto di Hadapan Milenial: Jangan Pilih Calon yang Tak Bisa Berbuat

oleh -1.693 views

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Ketua Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalimantan Barat, Sukiryanto menjadi pembicara dalam Diskusi Publik yang digelar Indonesia Bersuara Kalbar, di kafe Whatsup, Rabu (30/1).

Diskusi publik tersebut bertemakan “Cerdas Memilih Pemimpin” dihadiri seratusan kalangan milenial diantaranya pemuda dan mahasiswa yang ada di Kota Pontianak. Diskusi ini membahas kriteria calon yang pantas dipilih baik itu presiden, calon legislatif dan DPD dalam Pemilu 2019 mendatang.

Sukiryanto dalam kesempatan itu menyampaikan agar anak-anak muda, milenial dapat memilah dan memilih calon sesuai visi misi yang mumpuni. Pro rakyat, bukan golongan semata.

“Kita mesti memilih mana yang pantas dipilih. Bukan dalam artian yang tidak dipilih itu jelek. Tapi memilih sesuai hati nurani kita yang terbaik,” kata Sukiryanto.

Dia menuturkan, pemilih bisa mengetahui kapasitas seorang calon untuk dipilih dari visi misi yang diberikan. Contoh misalnya calon DPD, yang memang harus memiliki visi dan misi untuk kepentingan rakyat dan daerah, bukan golongan atau partai. Karena DPD adalah perwakilan daerah yang mesti membawa aspirasi masyarakat.

“Bedanya dengan DPRD, mereka ada anggaran ada proyek. Kalau DPD itu benar-benar murni membawa aspirasi masyarakat dan digodok di pusat lalu kemudian dianggarkan. DPD kali ini bersih dari partai, jadi calon DPD itu visi misinya benar-benar bersentuhan langsung dengan masyarakat,” katanya.

Tokoh masyarakat Kalbar ini juga mengingatkan para milenial, agar memilih pemimpin setelah mengenal sosoknya. Jangan memilih orang tidak jelas yang tak dikenal bahkan bermain kotor. Terlebih orang yang tak dapat berbuat.

“Apalagi dengan membayar. Sehingga jika kita memilih karena dibayar, misal satu juta, sama saja harga diri kita hanya segitu untuk lima tahun ke depan. Bayangkan harga diri kita dibayar semurah itu,” katanya.

Selain itu, Sukiryanto juga mengingatkan anak muda berhati-hati terhadap calon-calon yang bermain dengan isu SARA.

“Itu menurut saya tidak menjadi komitmen sejati para calon itu. Padahal kita dipilih untuk mewakili semua etnis dan agama. Apalagi ada calon bermain dengan isu hoaks, kita mesti cerdas melihat hal ini,” ujarnya.

Selain Sukiryanto, diskusi ini juga dihadiri narasumber lainnya dari kalangan pemuda dan politisi di Kota Pontianak. Diantaranya Maskendari, Muhammad Sab’in dan Dewan Pembina Indonesia Bersuara Kalbar, Muhammad Yusuf. (*)

Sukiryanto saat memberikan pemaparan