Revolusi Mental, Karolin-Gidot Siapkan Program Khusus di Bidang Keagamaan

oleh -1.459 views
Karolin Margret Natasa saat bertemu warga Kubu Raya.

LANDAK, KILASKALBAR.com – Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua, Karolin Margret Natasa mengatakan, akan mendorong dan mengakomodir persetujuan pembangunan rumah ibadah di Kalbar, sebagai upaya revolusi mental bagi generasi muda.

“Ini merupakan satu diantara point yang termuat dalam visi dan misi pencalonan saya dan pak Suryadman Gidot sebagai pemimpin Kalbar. Kami akan mendorong pembangunan rumah badah disetual daerah, untuk semua agama yang ada di negara ini,” kata Karolin di Ngabang, Kabupaten Landak, Minggu (27/5/2018).

Dirinya berkomitmen untuk meningkatkan sarana dan prasarana peribadatan serta menjamin kebebasan beragama dan beribadah bagi masyarakat, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

“Ini kami anggap penting dilakukan, sebagai upaya kami untuk menumbuhkan nilai-nilai agama kepada masyarakat Kalbar. Dengan semakin dekatnya dan semakin baiknya rumah ibadah, tentu akan mendekatkan dan menumbuhkan rasa cinta kita kepada Tuhan,” jelasnya.

Kaitannya dengan revolusi mental, kata Karolin, merupakan sebuah gerakan solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dialami bangsa Indonesia yang bermuara pada perubahan.

“Inilah menjadi titik tolak fundamental Presiden Republik Indonesia, bapak Joko Widodo untuk merancang dan menyusun strategi bagaimana mengatasi problem-problem yang bertumbuh kian menjamur yang dialami bangsa Indonesia,” paparnya.

Berbagai permasalahan di negara ini yang bisa kita lihat di media masa baik media elektronik maupun media cetak tentang kasus korupsi yang dilakukan oleh orang-orang yang notabene pejabat tinggi negara ataupun para pejabat di bidang legislatif,eksekutif dan yudikatif, serta aksi terorisme dan berbagai bentuk penyimpangan remaja, menjadi PR besar bagi pemerintah.

“Satu upaya yang bisa dilakukan untuk merevolusi mental itu adalah dengan menanamkan nilai-nilai keagamaan dan mendekatkan diri kita kepada sang pencipta,” terang Karolin.

Karolin menambahkan, saat melakukan kampanye, tak jarang masyarakat menyodorkan pembangunan proposal pembangunan rumah ibadah kepada dirinya.

Namun, dirinya menegaskan bahwa saat ini dia tidak bisa memberikan bantuan untuk pembangunan rumah ibadah tersebut karena terbentur dengan aturan kampanye.

“Jika saya memberikan sumbangan, maka saya akan di diskualifikasi, karena kandidat tidak boleh memberikan sumbangan. Namun, jika saya terpilih menjadi Gubernur Kalbar, silahkan cari saya dan saya siap untuk mengakomodir untuk bantuan pembangunan rumah ibadah, karena itu juga sudah menjadi komitmen kami,” tandas Karolin.

(Media Center Karolin-Gidot)