Pemilu Usai, Ketua IKBM Kalbar: Sudahi Perselisihan Pandangan Politik

oleh -592 views
Ketua IKBM Kalbar, Sukiryanto saat menyampaikan testimoni di Mapolda Kalbar

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Ketua Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalimantan Barat, Sukiryanto mengajak seluruh pihak agar tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan pasca Pemilu kemarin.

Hal tersebut diungkapkannya saat menyampaikan testimoni dalam silaturahmi kebangsaan yang digelar oleh jajaran Polda Kalbar, dihadiri Gubernur Kalbar Sutarmidji serta ratusan tamu undangan dari berbagai elemen termasuk paguyuban dan penyelenggara Pemilu.

“Perselisihan pandangan politik yang terpolarisasi belakangan ini mesti disudahi. Persatuan adalah nomor satu. Saya mengajak warga Kalbar untuk mempererat kerukunan pasca Pemilu ini,” kata Sukiryanto, Jumat (26/4).

Wakil Ketua PWNU Kalbar tersebut juga berharap kerukunan warga Kalbar yang sudah terjalin dan terjaga ini mampu memperkokoh kebersamaan. Dia meminta warga tak terprovokasi isu-isu yang dapat memecah belah dan mengganggu stabilitas keamanan daerah.

“Isu-isu yang membawa nama agama, golongan dan lain-lain, jangan membuat kita terpancing. Ini selalu dimainkan, digoreng dalam momen-momen Pemilu. Kalau tak cerdas menanggapinya berpotensi membuat kita terkotak-kotak dan akhirnya muncul sentimen negatif,” katanya.

Maka itu, semua pihak mesti memandang Pemilu adalah momentum untuk bersatu. Bukan malah membelah bangsa ini. Hal tersebut juga menjadi tugas para calon yang berkompetisi, harus mampu memberikan pandangan kepada para pendukungnya.

Mengingat, usai pencoblosan memang tak dipungkiri perkembangan informasi khususnya media sosial kian masif yang mengarah pada ujaran kebencian. Bahkan bentuk intoleransi dan berita bohong (hoaks).

“Jangan demi kepentingan kelompok nagara ini terganggu. Kita harus menjunjung kalau NKRI adalah harga mati,” tegasnya.

Sukiryanto yang terjun mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI Dapil Kalbar, juga mengajak semua calon untuk bersabar menunggu hasil penghitungan suara final dari KPU. Tidak melakukan tindakan-tindakan yang justru mengarah pada inkonstitusional demi bisa duduk.

“Harus menghormati apapun hasil perhitungan yang dilakukan oleh KPU yang dilindungi undang-undang dan diawasi oleh Bawaslu. Jika mencurigai ada masalah dan tidak puas dengan hasil Pemilu, tempuh lah dengan cara bermartabat lewat konstitusi,” katanya.

Dirinya sendiri secara pribadi meski optimis bisa meraih suara positif, namun tetap menanti keputusan sah dari KPU. “Saya menghormati keputusan sah yang diatur oleh undang-undang. Saya pikir semua calon mesti melakukan hal ini. Kita mesti bersabar, menanti. KPU dan penyelenggara Pemilu lainnya tengah bekerja keras. Harus kita hargai,” tandasnya. (*)