‘Karena Wanita Ingin Dimengerti’, Karolin: Saya Pasti akan Memperjuangkan Hak-hak Perempuan

oleh

Karolin.

SINTANG, KILASKALBAR.com – Isu pemenuhan hak-hak perempuan, tampaknya kurang populis di mata para kandidat pemilihan kepala daerah di Kalbar untuk disuarakan. Sejak masa kampanye dimulai, 15 Februari lalu, sedikit sekali kampanye paslon yang arah kontennya memperjuangkan aspirasi kaum perempuan.

Cagub Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa, menyatakan bahwa dirinya berkomitmen untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak perempuan di Kalbar jika ia dipercaya masyarakat untuk memimpin Kalbar lima tahun kedepan.

Bahkan, isu ini telah ia prioritaskan ke dalam program kerjanya untuk memimpin Kalbar bersama Suryadman Gidot, calon wakil gubernur dari Karolin.

“Karena saya seorang perempuan, tentunya saya juga akan memprioritaskan berbagai program untuk kemajuan perempuan. Makanya, jika terpilih sebagai Gubernur Kalbar, saya pasti akan memperjuangkan hak-hak perempuan,” ujar Karolin, saat berdialog dengan Barisan Perempuan Karolin-Gidot di Sintang, Selasa (27/3).

Disinggungnya, mengenai pemerintah desa, ia mengharapkan dapat menjalankan program pembangunan yang berkaitan erat dengan peran dan fungsi perempuan itu sendiri.

“Kerap kali program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, sampai desa tidak memperhatikan peran dan fungsi perempuan. Ini yang harus diubah. Diharapkan dimulai dari desa, pemdes bisa lebih memperhatikan program pembangunan yang berkaitan dengan peran dan fungsi perempuan,” kata Karolin.

Kucuran dana desa yang cukup besar dari pemerintah pusat, agar dimanfaatkan langsung oleh pemerintah desa untuk pembangunan desanya. Namun, seringkali pembangunan diartikan untuk ranah infrastruktur khususnya jalan dan fisik lainnya.

“Kepala desa lupa, misalnya ada desa yang jauh dari sumber air, dia lupa istrinya sendiri kesulitan untuk mendapatkan air, untuk mencuci baju saja harus berjalan jauh. Jadi bukannya membangun saluran air, malah membangun yang umum saja,”  ucapnya.

Di samping pembangunan yang mementingkan kebutuhan bagi seluruh kalangan, jika diamanahkan memimpin Kalbar, Karolin siap memperjuangkan perempuan untuk mendapatkan hak yang selayaknya, termasuk hak pengembangan diri.

“Saya akan mengembangkan banyak pelatihan bagi para kaum ibu-ibu agar bisa membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” katanya.

“Untuk itu, saya harus menang. Jika tidak menang, bagaimana saya bisa menjalankan program itu. Untuk itu saya membutuhkan dukungan masyarakat,” kata Karolin.(Media Center Karolin-Gidot)