Cornelis : yang Angkat Isu Pemekaran di Pilkada Artinya Masih “Cetek” Pengalaman

oleh
Ketua Tim Pemenangan Karolin Gidot, Cornelis saat menyampaikan orasi politiknya dihadapan tim dan relawan di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (27/3/2018) (foto : Media Center Karolin Gidot)

SINTANG, KILASKALBAR.com – Ketua Tim Pemenangan pasangan calon gubernur nomor urut dua Karolin-Gidot, Cornelis menegaskan jika ada tokoh yang mengangkat isu Pilkada Kalbar dengan pemekaran provinsi, artinya tokoh tersebut masih minim pengalaman dalam pemerintahan.

“Kalau masih saja mengoreng isu tentang pemekaran provinsi, berarti masih cetek pengalamannya. Ada baiknya belajar dulu yang banyak baru mencalonkan diri sebagai Gubernur,” kata Cornelis kepada relawan yang ada di Kabupaten Sintang, Selasa (27/3/2018). 

Menurut Cornelis, di wilayah Kabupaten Sintang isu pemekaran wilayah yang dikembangkan oleh calon lain cukup kencang di lontarkan kepada masyarakat untuk meraih dukungan. 

Namun, mantan gubernur kalbar dua periode ini menegaskan bahwa masyarakat harus mengetahui untuk memekarkan suatu wilayah masih harus menunggu selesainya proses moratorium pemekaran wilayah dari pemerintah pusat.

Sebagai ketua tim pemenangan sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Cornelis menegaskan kepada semua tim dan relawan yang ada agar bisa meredam isu yang berkembang dan memberikan penjelasan yang mendidik kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Sintang.

“Sintang ini adalah basis lawan, tapi saya yakin, dengan kebersamaan dan kekompakan tim dan relawan yang ada, kita bisa memenangkan Pilkada Kalbar 2018 ini,” kata Cornelis.

Selama dua periode menjabat sebagai Gubernur, kata Cornelis, Kabupaten Sintang memberikan sumbangsih kontribusi dukungan cukup banyak kepada dirinya. Untuk itu, Cornelis berharap, suara itu bisa tetap diarahkan untuk dukungan kepada pasangan Karolin-Gidot pada pilgub Kalbar 2018 ini.

“Selain itu, saat mencalonkan diri menjadi anggota DPR, suara Karolin di Kabupaten Sintang ini juga cukup besar, sehingga kita harap dukungan itu juga bisa diberikan kembali masyarakat Sintang untuk Karolin,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Calon Gubernur Kalbar Periode 2018-2023, Karolin Margret Natasa megaskan visi dan misi yang disusun olehnya sudah disesuaikan dengan tugas dan kewenangan Pemerintah Provinsi.

“Prioritas pembangunan tetap dilanjutkan, kemudian bagaimana membangun infrastruktur dan membuka akses keterisolasian masyarakat pedalaman. Lalu, pelayanan publik yang baik dan pemberdayaan masyarakat, pelayanan publik itu termasuk pendidikan dan kesehatan,” ujar Karolin dalam orasinya. 

Karolin menambahkan, dalam menyampaikan kepada masyarakat ketika kampanye, apa yang disampaikan harus sesuai dengan realitas yang ada. 

Terkait isu pemekaran Provinsi Kapuas Raya yang berkembang selama masa pilkada ini, Karolin menyerahkan penilaian kepada masyarakat. 

“Dalam 10 tahun ini, Pemerintah Provinsi Kalbar tidak pernah anti terhadap pemekaran,” katanya. 

“Hanya saja kewenangan itu kan bukan di tangan kita. Kita tidak bisa menjanjikan sesuatu yang bukan berada di tangan kita, itu tidak realistis kalau kewenangan bukan di tangan kita,” tambah calon gubernur dengan nomor urut dua ini. (Media Center Karolin Gidot)