Karolin : Saya Akan Selesaikan Pembangunan Infrastruktur

oleh
Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua, Karolin Margret Natasa

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Calon Gubernur Kalimantan Barat Karolin Margret Natasa mengatakan, dirinya akan menyelesaikan permasalahan pembangunan infrastruktur, perbatasan dan status lahan masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu, jika dirinya dipercayakan masyarakat untuk memimpin provinsi itu, lima tahun ke depan.

“Pembangunan di Kapuas Hulu masih harus terus dilanjutkan, terutama fokus pembenahan Pos Lintas Batas Nanga Badau, selama ini keberadaannya belum dimaksimalkan, dan harus dilanjutkan,” kata Karolin, saat melakukan kampanye dialogis dengan masyarakat Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu, Senin (26/3/2018).

Baru pada masa pemerintahan Jokowi dan Cornelis sebagai Gubernurnya, kata Karolin, pembangunan PLBN itu mulai dimaksimalkan. Hal itu bisa dilihat sendiri banguannya sudah semakin baik, bahkan lebih baik dari punya negara tetangga.

“Ke depan, kita harus bisa memanfaatkan keberadaannya untuk PLBN itu sebagai pintu gerbang negara yang memberikan dampak besar bagi pembangunan infrastruktur dan penggerak ekonomi masyarakat. Keberadaan PLBN Badau harus kita tata lagi, agar kegunaannya bisa maksimal,” katanya.

Terkait permasalahan lahan, kata Karolin, dirinya mengetahui bahwa banyak masyarakat di Kapuas Hulu yang tidak memiliki legalitas atas lahan yang ditempatinya. Hal ini dikarenakan, banyak lahan di Kapuas Hulu yang masuk dalam kawasan hutan lindung, sehingga lahan yang ada tidak bisa digarap maksimal.

“Ini tentu menjadi permasalahan masyarakat yang harus diperjuangkan karena ini menyangkut hak hidup masyarakat. Makanya, kita juga sulit untuk meningkatkan taraf hidup dan pembangunan di beberapa wilayah Kapuas Hulu, karena terbentur dengan aturan yang ada,” katanya.

Untuk itu, mantan Anggota DPR itu mengajak masyarakat untuk berjuang bersama dalam memenangkan Pilkada ini. “Jjika saya terpilih menjadi Gubernur Kalbar, saya pastikan ini akan menjadi PR bagi kami untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, termasuk di dalamnya air bersih dan lahan masyarakat,” kata Karolin.

Selain itu, lanjutnya, masih banyak juga infrastruktur jalan yang perlu dibenahi, dimana sebagai Gubernur Kalbar, nantinya, dia akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk daerah yang benar-benar membutuhkan, terutama di daerah terpencil dan perbatasan negara.

“Kami ini bukan pasangan asal jadi, karena kami berdua dipercayakan oleh partai (PDI Perjuangan dan Demokrat) untuk melanjutkan berbagai program pembangunan yang ada. Makanya, masyarakat jangan ragu untuk memilih kami,” katanya.    

Ditempat yang sama, sa;ah satu tokoh masyarakat Kecamatan Kalis, Antius Parjo, mengatakan, masyarakat di kecamatan itu sangat mengharapkan air bersih, dimana untuk mendapatkan air bersih masyarakat harus menempuh jarak hingga 7 kilometer.

“Kami juga sedang memperjuangkan pelepasan lahan hutan lindung dan hutan adat yang ada dikecamatan Kalis dan Mentebah. kami tidak bisa mengurus surat menyurat lahan, karena terbentur dengan peraturan hutan lindung, padahal kami sudah hidup disini selama 400 tahun,” katanya.

Untuk itu, jika Karolin-Gidot terpilih menjadi gubernur Kalbar, dia mengharapkan agar pasangan ini bisa menyelesaikan permasalahan yang sudah bertahun-tahun dialami masyarakat.

“Kami yakin pasangan ini mampu untuk memperjuangkan perbaikan nasib kami, sehingga kami akan mendukung penuh pasangan ini pada pilgub Kalbar nanti,” ujar calon gubernur nomor urut dua ini. (Media Center Karolin Gidot)