Pernyataan Sikap PMII Kalbar, Salah Satunya Tolak #2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi

oleh -1.974 views
Pembacaan pernyataan sikap PMII Kalbar.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Focus group discussion (FGD) bertajuk penguatan demokrasi bermartabat di Kalimantan Barat, yang diadakan PKC PMII Kalbar di Hotel Merpati Pontianak, Jumat (24/8/2018), merumuskan enam pernyataan sikap.

Ketua PKC PMII Kalbar Muammar Kadafi, membacakan pernyataan sikap bersama elemen mahasiswa, pemuka agama dan akademisi. Pernyataan ini sebagai bentuk komitmen multipihak di Kalbar dalam mewujudkan demokrasi bermartabat di Kalbar, terutama jelang Pemilu 2019.

Pertama, pentingnya setiap lapisan masyarakat menyerukan pemilu damai 2019 serta bersama-sama melawan berita hoaks dan isu SARA

Kedua, bersama-sama mengawasi gerakan yang provokatif yang melanggar kondusifitas keberlangsungan demokrasi di Indonesia.

Baca juga: Di Tahun Politik, PMII Kalbar Berkomitmen Perkuat Demokrasi Bermartabat

Ketiga, meminta kepada aparat kepolisisan untuk bertindak tegas dan tidak memberikan izin kepada gerakan-gerakan yang sifatnya memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Keempat, meminta peran Bawaslu secara aktif mengamati dan menindak secara tegas gerakan inkonstutisional yang saling menjatuhkan atau saling mencaci menjelang Pemilu 2019.

Kelima, menolak keras kegiatan politisasi masyarakat Kalimantan Barat dengan cara menyebarkan kebencian, fitnah, teror dan adu domba.

Keenam, menolak segala gerakan tanda pagar (tagar), baik #2019GantiPresiden atau #2019TetapJokowi serta menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama mensosialisasikan bahwa 2019 adalah pemilihan presiden.

Kadafi menuturkan, pada Pilpres 2019 dengan menampilka dua kelompok tagar, harusnya masyarakat terlebih lagi politisi lebih dewasa dalam memaknai pemilihan umum. Saat ini yang terjadi seolah terjadi ‘perang’ antara tagar #2019GantiPresiden dengan #2019TetapJokowi.

“Seharusnya lebih cerdas baik tim sukses maupun politisi. Lebih mengedepankan visi misi dan pencapaian, bukan malah mencaci maki, mencela dan seterusnya,” ujarnya. (qrf)