Di Tahun Politik, PMII Kalbar Berkomitmen Perkuat Demokrasi Bermartabat

oleh -1.849 views
Focus group discussion memperkuat demokrasi bermartabat di Kalbar.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalbar menggelar focus group discussion (FGD) bertajuk penguatan demokrasi bermartabat di Kalimantan Barat, Jumat ( 24/8/2018).

FGD yang diadakan di Hotel Merpati Pontianak itu, menghadirkan tiga narasumber, yakni akademisi Universitas Tanjungpura (Untan) Prof. Dr. Garuda Wiko, Wakil Sekretaris PWNU Kalbar Dr. Zulkifli Abdillah, dan Pendeta Iwan Luwuk. Peserta FGD dari mahasiswa dan sejumlah organisasi kepemudaan.

Garuda Wiko menyampaikan, untuk menguatkan demokrasi di negeri ini, maka Pancasila harus dijadikan bintang pemandu.

“Jangan lupakan bintang pemandu kita kalau ingin menguatkan demokrasi yang bermartabat di Kalimantan Barat. Dan hal yang paling mengkhawatirkan apabila masyarakat menghilangkan identitas bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, berbicara soal penguatan demokrasi, Zulkifli Abdillah menyorot fenomena yang terjadi di publik belakangan ini. Fakta jelang Pemilu 2019 di mana terbagi dua kelompok dengan tanda pagar (tanda) antara mereka yang menginginkan ganti presiden maupun tetap dengan presiden yang lama.

Sayangnya, perbedaan pilihan dan dukunganan ini, sangat jelas terutama sebagaimana diketahui di media sosial, pertentangan antar kedua kelompok meruncing. Nilai-nilai demokrasi nyaris tidak ada sama sekali.

“Jangan sampai gara-gara tagar tersebut kita menjadi kelompok-kelompok yang terpecah. Pemilihan presiden lima tahun sekali, tetapi persahabatan sepanjang hidup kita. Jangan sampai putus persahabatan dan persaudaraan hanya gara-gara momentum lima tahun sekali,” kata Zulkifli.

Di tempat yang sama, Pendeta Iwan Luwuk mengapresiasi PKC PMII Kalbar yang menginisiasi FGD tentang demokrasi bermartabat.

Ia menjelaskan, demokrasi bermartabat adalah selalu dapat menghargai nilai-nilai kebersamaan, keberagaman, tidak menjadi sombong, angkuh ataupun arogan.

“Lemahnya demokrasi bermartabat karena kita belum memiliki kekuatan untuk menata dan menjalankan demokrasi yang sebenar-benarnya,” ucap dia.

Ketua PKC PMII Kalbar Muammar Kadafi mengajak semua pihak untuk menjaga kedamaian. Di tahun politik haruslah mengedepankan demokrasi di mana semua orang berhak bersuara, tapi tentu saja perbedaan tidak boleh dengan pertentangan.

“Negara kita ini adalah negara yang demokratis oleh sebab itu kami mengajak semua masyarakat untuk menjaga kedamaian jangan sampai gara-gara gerakan kecil, Kalbar ini menjadi tidak aman,” tuturnya. (qrf)