Logistik Pilkada Kalbar Mulai Didistribusikan ke Kecamatan

oleh -1.595 views
Ketua KPU Provinsi Kalbar, Ramdan.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalbar, Ramdan mengungkapkan, terkait dengan logistik Pilkada Kalbar 2018, pendistribusiannya berjalan lancar. Bahkan KPU di kabupaten/kota sudah mulai mendistribusikan logistik ke setiap kecamatan.

“Terkait dengan kesiapan, logistik khususnya, kita sudah mengkonfirmasi semua logistik sudah terdistribusi di kabupaten/kota, dan kabupaten/kota sudah mulai mendistribusikan ke kecamatan. Jadi artinya terkait dengan kebutuhan logistik untuk Pilgub, itu sudah terpenuhi semua,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Kantor KPU Provinsi Kalbar, Pontianak, Sabtu (23/6/2018).

Ia mengatakan, kalaupun nantinya muncul suatu kendala, masing-masing KPU kabupaten/kota diyakini mampu menyelesaikan persoalan itu.

“Kalaupun ada kendala-kendala kecil, itu sudah mereka (KPU) bisa atasi di masing-masing kabupaten/kota,” katanya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya dikabarkan bahwa ada sejumlah surat suara yang telah didistribusikan ke kabupaten/kota dalam kondisi rusak.

“Sudah teratasi semua. Yang jelas untuk kerusakan, semua kabupaten/kota itukan ada sekitar tiga minggu atau dua minggu yang lalu lah ya, itu sudah dilaporkan ke kami, dan kami sudah langsung minta dicetak di penyedia. Dan sudah kita atas, sudah didistribusikan. Artinya kebutuhan untuk surat suara semua sudah. Dan sekarang sudah mulai bergerak di kecamatan,” terangnya.

Ramdan mengatakan, berdasarkan tahapan Pilkada Kalbar, paling lama surat suara sudah sampai ke TPS satu hari sebelum masa pemungutan.

“Karena tidak boleh juga berlama-lama. Inikan terkait dengan anggaran-anggaran, misalnya berkaitan dengan kalau dia lama lalu nanti bagaimana proses pengamanan dan sebagainya. Nah ini juga menjadi yang diperhitungkan oleh kawan-kawan di kabupaten/kota, dan mereka masing-masing sudah menyusun jadwal,” jelas Ramdan.

Dalam pendistribusian logistik, pihak KPU akan mendahulukan daerah yang jauh atau sulit dijangkau. Hal ini supaya logistik bisa sampai sesuai waktu yang telah ditentukan.

“Kalau daerah terdekat ini bisa satu min H misalnya. Kalau ini agak jauh, yang memang harus diprioritaskan utama itu (daerah) yang tersulit dan terjauh,” terangnya.

“Tadi saya sudah mengkonfirmasi kawan di Kapuas Hulu dalam pertemuan tadi, dan sudah didistribusikan yang untuk di daerah tersulit di Kapuas Hulu. Termasuk yang di Ketapang misalnya,” timpal Ramdan. (qrf)