LIPD Siapkan Seribu Relawan Pantau Pilkada Kalbar

oleh -1.483 views
Bobpi Kaliyono menunjukkan legalitas LIPD sebagai lembaga pemantau.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Lembaga Independen Pemantau Demokrasi (LIPD) siap mengawal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalbar 2018 agar berjalan demokratis. Upaya yang dilakukan dengan melakukan pemantauan di setiap TPS yang ada di 14 kabupaten/kota di Kalbar.

Ketua LIPD, Bobpi Kaliyono, mengungkapkan LIPD telah memegang legalitas dari KPU Provinsi Kalbar sebagai lembaga pemantau Pilkada Kalbar 2018. Saat ini, sudah ada 1.230 relawan yang siap menjadi pemantau. Jumlah ini dimungkinkan bertambah.

“Saat ini kita sudah memiliki relawan berjumlah 1.230 orang. Beberapa hari ini mungkin akan bisa saja bertambah,” ujar Bobpi saat menggelar konferensi pers di Sekretariat LIPD di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pontianak, Sabtu (23/6/2018).

Bobpi mengatakan, seluruh relawan nantinya akan ditugaskan melakukan pemantau di setiap TPS. Relawan yang telah dibekali pelatihan ini, siap untuk memantau berbagai potensi dan dugaan pelangaran Pemilu nantinya.

LIPD telah melakukan pemetaan daerah-daerah rawan terjadi pelanggaran. Selain itu, tidak kurang dari 19 item potensi pelangaran pada saat pemungutan dan perhitungan suara yang dipetakan LIPD.

Antara lain pemilih tidak terdaftar di DPT. Pemilih menggunakan hal pilih orang lain, money politic, Formulir C6 tidak disebar, dan lain sebagainya.

“Kita sudah mengidentifikasi ada beberapa daerah kabupaten/kota yang menjadi potensi terjadinya tingkat potensi pelanggaran yang cukup tinggi. Yaitu untuk Kota Pontianak sendiri, kemudian Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sintang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Melawi, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Kapuas Hulu,” ungkap Bobpi.

“Inilah kualifikasi pelanggara yang menurut kami yang lazim terjadi dalam Pilkada. Makanya daerah-daerah itu yang lazim juga menurut kami terjadi, karena sudah kami identifikasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bobpi menjelaskan, apabila nantinya pada saat kerja pemantauan relawan menemukan dugaan pelanggaran, LIPD akan terlebih dulu melakukan verifikasi temuan itu.

“Kami akan melakukan verifikasi terhadap pelanggaran itu, jenis pelanggarannya itu seperti apa, dan nanti kita akan buat suatu pengaduan kepada pihak yang berwajib dalam hal ini kepada Bawaslu, bahkan kepada pihak kepolisian,” katanya.

Pemantauan yang akan dilakukan LIPD ini sebagai bentuk peran serta elemen masyarakat. Di samping itu, sebagai komitmen LIPD dalam menyukseskan Pilkada Kalbar yang demokratis.

“Sehingga kami harus bisa berpartisipasi aktif dalam Pilkada Kalbar tahun 2018 ini. Dan juga dalam rangka untuk membantu pemetintah dalam menyukseskan Pilkada Kalbar. Karena bagaimanapun juga untuk menyukseskan suatu pesta demokrasi bukan hanya menjadi tanggung jawab dari negara, bukan hanya menjadi tanggung jawab dari penyelenggara Pemilu, tapi juga menjadi tanggung jawab dari seluruh elemen masyarakat,” pungkas Bobpi. (qrf)