Karolin: Masyarakat Kalbar Sudah Cerdas Memilih

oleh -1.939 views
Karolin Margret Natasa.

LANDAK, KILASKALBAR.com – Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua, Karolin Margret Natasa yakin, masyarakat Kalbar sudah menjadi pemilih yang cerdas dan tidak akan golput pada saat pencoblosan nanti.

“Ingat, suara bapak-ibu dan saudara/saudari semua akan menentukan nasib Kalbar lima tahun ke depan. Jangan sampai tidak memilih, karena masa depan daerah bapak-ibu tergantung dari pilihan masing-masing,” kata Karolin di Ngabang, Sabtu (23/6/2018).

Menurutnya, pemilih cerdas adalah mereka yang memilih pasangan yang benar-benar kompeten untuk memimpin ke depan.

“Dengan menjadi pemilih cerdas, maka kita sudah menjalankan perintah KPU. Silakan pilih calon gubernur yang benar-benar berkualitas, agar Kalbar ke depan bisa menjadi lebih baik,” tuturnya.

Karolin menambahkan, pemilih yang cerdas adalah mereka yang memiliki sejumlah karakteristik perilaku memilih pemimpin. Pertama, antimoney politic, yakni pemilih yang menentukan pilihannya tidak karena motif imbalan materi atau menerima suap sejumlah uang atau pun bentuk material lainnya dari pihak atau paslon tertentu.

“Namun, pilihannya didasarkan atas ketajaman dan kejernihan hati nuraninya,” katanya pula.

Kedua, lanjutnya, tidak asal pilih dan konstituen dalam memilih calon pemimpin daerahnya tidak sekadar menggugurkan hak/kewajibannya sebagai warga daerah. Tapi memilih secara bertanggung jawab.

“Makanya calon pemimpin yang akan dipilih sudah diperhitungkan dengan matang, serta diyakini mampu membawa kemajuan, kemaslahatan dan kesejahteraan bagi daerahnya,” katanya.

Ketiga, lanjutnya, pemilih cerdas dapat melihat sejauh mana visi, misi dan program yang diusung partai/koalisi partai dan calon kepala daerah. Hal itu, menurutnya menjadi pertimbangan utama untuk memutuskan pilihan definitifnya.

“Hanya calon kepala daerah yang memiliki visi dan misi yang logis dan membumi yang dipilih. Karena tipologi calon seperti itu biasanya akan menghindari jebakan janji-janji politik yang berlebihan serta abai terhadap realitas di lapangan,” ucap Karolin.

Keempat, pemilih yang belajar dari pengalaman empiris perihal banyak pejabat daerah yang tersandung kasus pidana korupsi.

“Kalau berdasarkan pengalaman dan kemampuan, pasangan nomor dua sudah paling siap. Makanya, jangan ragu-ragu lagi untuk memilih Karolin-Gidot, apalagi program yang mereka tawarkan sudah benar-benar komplit dan tidak muluk-muluk, sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat Kalbar,” pungkas Karolin. (*)