Karolin-Gidot Siap Jaga Keharmonisan Umat Beragama di Kalbar

oleh -1.882 views
Karolin-Gidot.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua dr. Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot menegaskan komitmrnya, untuk menjaga keharmonisan antar umat beragama dan kebebasan beragama.

“Kebebasan beragama telah diatur dalam Pasal 29 UUD 1945. Jika kami dipercayakan untuk memimpin provinsi ini, kami juga akan menjamin hal itu di Kalbar,” kata Karolin di Pontianak, Selasa (22/5/2018).

Menurutnya, hal tersebut selalu disampaikan pada setiap kampanye dialogis di berbagai daerah, untuk menunjukkan komitmennya dalam menjaga keharmonisan antar agama dan suku yang ada di Kalbar.

“Kita tahu, Kalbar sangat majemuk karena dihuni oleh banyak agama dan suku di dalamnya. Namun, selama ini kita bisa harmonis dan setiap masyarakat bebas memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing, sehingga ini yang akan kita pertahankan dan tingkatkan ke depan,” tuturnya.

Karolin menjelaskan dari isi pasal 29 ayat 1 dikatakan jika ideologi negara Indonesia dalah Ketuhanan yang Maha Esa, karena itu segala kegiatan di negara Indonesia harus berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa dan itu besifat mutlak. Prinsip Ketuhanan yang ditanamkan dalam UUD 1945 merupakan perwujudan dari pengakuan keagamaan.

“Oleh karena itu, setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah menurut agamanya yang warganya anggap benar dan berhak mendapatkan pendidikan yang layak, serta hak setiap warga negara untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak dan nyaman untuk tinggal,” jelasnya.

Berikutnya, dari isi pasal 29 ayat 2 dijelaskan bahwa setiap warga negara memiliki agama dan kepercayaanya sendiri tanpa ada unsur paksaan dari pihak manapun dan tidak ada yang bisa melarang orang untuk memilih agama yang diyakininya.

“Setiap agama memiliki cara dan proses ibadah yang bermacam-macam, oleh karena itu setiap warga negara tidak boleh untuk melarang orang beribadah. Supaya tidak banyak konflik-konflik yang muncul di Indonesia,” ujar Karolin.

Untuk itu, lanjutnya, dirinya sangat bersyukur, di tengah kondisi Kalbar yang multietnis dan terdiri dari beberapa agama, kejadian penistaan agama dan pembubaran keghiatan ibadah, tidak pernah terjadi di provisni itu.

Menurutnya, hal itu jelas menjadi bukti keberhasilan pemerintahan 10 tahun Cornelis-Christiandy dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.

“Saya minta keharmonisan seperti ini bisa terus terjaga, agar proses pembangunan di Kalbar bisa terus berjalan dengan baik,” pungkasnya.

(Media Center Karolin-Gidot)