Karolin Ajak Pemuda Jadi Petani Profesional

oleh -1.769 views
Karolin Margret Natasa.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2, Karolin Margret Natasa meminta kepada para pemuda yang ada di provinsi itu untuk tidak malu menjadi seorang petani.

“Saat ini, banyak anak muda yang gengsian kalau disuruh mengolah sawah untuk menjadi petani. Padahal, petani merupakan pekerjaan yang mulia dan penghasilannya juga sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik,” kata Karolin di Pontianak, Selasa (22/5/2018).

Menurutnya, banyak sarjana pertanian yang ada di Kalbar namun tidak menjalankan pekerjaan sebagai petani. Sebagian besar malah berlomba-lomba mendaftar ASN atau bekerja kantoran.

“Alasannya, gengsinya lebih tinggi. Padahal, di negara maju, para petani menjadi pekerjaan yang sangat menjanjikan dan gengsinya cukup tinggi,” tuturnya.

Dirinya membayangkan, jika para sarjana pertanian yang sudah menguasai teori tentang bercocok tanam dan mengaplikasikannya pada lahan pertanian, tentu potensi pertanian di Kalbar akan semakin meningkat dan juga akan berpengaruh pada proses pembangunan didaerah.

“Jika masih mengacu pada pola pertanian tradisional, memang gengsinya kurang. Tapi kalau generasi muda kita yang sudah melek teknologi membuka lahan pertanian secara modern, tentu hasilnya melimpah dan gengsinya bisa naik sehingga ini yang terus kita dorong,” lanjutnya.

Calon Gubernur perempuansatu-satunya itu menambahkan, Kalbar merupakan salah satu provinsi yang memiliki lahan pertanian cukup besar. Dengan potensi yang ada tersebut, dirinya optimis bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, jika dikelola secara serius.

“Dalam hal ini, peran generasi muda jelas sangat tinggi. Apa lagi jika ini dikombinasikan dengan keberadaan Bumdes bidang pertanian yang dikelola desa nantinya, sehingga bisa menjadi kombinasi yang lebih luar biasa dalam menggerakkan perekonomian dan pembangunan di desa,” papar Karolin.

Karolin yang juga menjabat sebagai ketua Ikatan Pemuda Katolik Indonesia ini menambahkan, sudah saatnya masyarakat Landak untuk mengubah pola pikir dari pertanian tradisional ke pertanian modern.

“Kalau kita hanya menggunakan sistem pertanian yang ada saat ini, jelas sulit untuk meningkatkan hasil pertanian. Makanya, saya minta kepada masyarakat yang tau tentang teknologi pertanian untuk bisa membantu petani lainnya,” pungkasnya.

(Media Center Karolin-Gidot)