Karolin-Gidot Unggul di Pemilih Muda, Midji-Norsan Dipilih Kalangan Tua

oleh -2.046 views
Calon gubernur nomor urut 2 Karolin Margret Natasa saat mengunjungi kediaman Calon gubernur nomor urut 3 Sutarmidji.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Berdasarkan hasil survei Lembaga Riset dan Opini Publik (LROP) terhadap 1400 responden di 140 kelurahan/desa di 14 kabupaten/kota di Kalbar pada 28 Mei sampai 2 Juni lalu, kecenderungan pemilih muda di Kalbar memilih pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Kalbar nomor urut tiga, Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot.

“Kecenderungan pemilih usia 17-20 tahun adalah memilih pasangan Karolin-Gidot dengan besaran 66 persen. Diikuti paslon Sutarmidji-Ria Norsan sebesar 24 persen,” ujar Maulinawati, peneliti LROP, saat memaparkan hasil survei kepada awak media di Pontianak, Rabu (20/6/2018).

Maulina mengatakan, untuk pemilih usia 21-30 tahun juga cenderung memilih pasangan Karolin-Gidot sebesar 55 persen, diikuti Sutarmidji-Ria Norsan 27 persen. Demikian pula dengan pemilih usia 31-39 tahun cenderung memilih Karolin-Gidot sebesar 52 persen, dan Sutarmidji-Ria Norsan sebesar 31 persen.

Sementara itu, lanjut Maulina, pasangan Sutarmidji-Ria Norsan unggul di pemilih berusia 40-60 tahun ke atas. Usia 40-49 tahun, cenderung memilih Sutarmidji-Ria Norsan sebesar 43 persen, diikuti Milton-Boyman sebesar 28 persen, dan Karolin-Gidot 25 persen.

Usia 50-59 tahun juga lebih cenderung memilih Sutarmidji-Ria Norsan 48 persen, Karolin-Gidot 26 persen, dan Milton-Boyman 24 persen.

“Untuk pemilih usia 60 tahun ke atas, kecenderungan pemilih jatuh kepada pasangan Sutarmidji-Ria Norsan 66 persen, diikuti pasangan Karolin-Gidot sebesar 22 persen serta Milton-Boyman sebesar 9 persen,” papar Maulina.

LROP berpandangan, dari komponen suvei yang disampaikan pada responden, pasangan Karolin-Gidot berpeluang besar menang di Pilkada Kalbar 2018. Namun demikian, peluang pasangan Sutarmidji-Ria Norsan masih tetap terbuka.

“Waktu yang ada harus dimanfaatkan oleh semua pasangan calon secara maksimal untuk dapat menambah pundi-pundi elektabilitasnya. Yang tidak kalah pentingnya adalah pasangan calon harus berani melakukan terobosan baru dengan cara menyampaikan program-program nyata, yang bermanfaat langsung, dapat dipercaya, dan berdampak bagi pemilih,” jelas Maulina.

“Terutama pemilih pemula dan pemilih muda (hingga usia 39 tahun) yang memiliki proporsi tinggi di Pilkada Kalbar,” timpalnya.

Survei LROP dilakukan secara tatap muka. Metode yang digunakan multistage random sampling.

“Di 140 kelurahan/desa yang ada di Kalbar. Pengambilan sampel dilakukan secara proporsional. Adapun margin of error sebesar 3,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,” pungkas Maulina. (qrf)