Banyak Menyisakan PR, Satar Tegaskan Pontianak Butuh Pemimpin Baru

oleh -1.573 views
Paslon nomor urut tiga, Satar-Alpian.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Calon Wali Kota Pontianak nomor urut tiga, Satarudin menilai, memimpin Kota Pontianak lima tahun ke depan akan jauh lebih berat. Pasalnya, banyak persoalan yang ditinggalkan oleh pemerintah saat ini, di mana persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi wali kota dan wakil wali kota terpilih nantinya.

Dalam acara debat kandidat yang diadakan KPU Kota Pontianak di Hotel Aston, Selasa (19/6/2018) malam, Satar menyebutkan salah satu persoalan, yakni saluran air seperti parit yang ada di wilayah kota mengalami pendangkalan.

Bahkan, parit-parit yang dulunya lebar, kini kian menyempit akibat pembangunan yang dinilai tidak arif terhadap lingkungan. Dampaknya, banjir kerap melanda Pontianak tatkala air pasang ataupun di saat musim hujan.

“Kota Pontianak ke depan itu lebih berat. Jadi tidak bisa hanya lanjutkan… lanjutkan… Lanjutkan… lanjutkan menutup parit,” ujarnya mengkritik kinerja pemerintah kota saat ini, di sela sesi penyampaian visi misi dan program kerja masing-masing kandidat.

Ia menegaskan, Kota Pontianak perlu ada perubahan dari kondisi saat ini. Satar yakin, apabila dirinya bersama Alpian dipercaya masyarakat untuk memimpin Pontianak lima tahun ke depan, maka perubahan itu akan terwujud.

Selain itu, Satar berkomitmen membangun ruang terbuka hijau (RTH). Diakuinya, penataan RTH di Pontianak saat ini sudah baik. Hanya saja, perlu peningkatan di mana RTH dibangun di lingkungan-lingkungan pemukiman warga.

Menurut dia, pembangunan RTH di wilayah pemukiman warga akan berdampak pada tingkat kebahagian masyarakat itu sendiri.

“Kami dalam setiap tahun juga akan melakukan minimal 100 gang hijau yang ada di Kota Pontianak. Pontianak sudah cantik dari luar, kami akan membuat cantik dari dalam, agar Pontianak cantik luar dalam. Dan warganya tinggal di dalam Kota Pontianak ini hidup bahagia. Jadi dia tidak perlu lagi, cukup depan rumah dia sudah tenang hatinya,” pungkasnya.

Pada acara debat, masing-masing kandidat diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi misi dan program kerja, serta menanggapi berbagai persoalan yang ada di Kota Ponianak. Acara debat ini dihadiri masing-masing pendukung, dan disiarkan langsung oleh stasiun televisi lokal. (qrf)