Karolin akan Kawal Aspirasi Pembangunan Rumah Adat Tionghoa

oleh -2.041 views
Karolin saat bertemu tokoh masyarakat Tionghoa di Pontianak.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2, Karolin Margret Natasa mengatakan, dirinya mengusulkan agar masyarakat Tionghoa di provinsi ini merencanakan pembangunan rumah adat masyarakat Tionghoa, sehingga dapat dijadikan ikon.

“Silahkan usulkan mulai dari sekarang, dibuat proposalnya, agar masyarakat Tionghoa juga punya rumah adat sendiri, karena saat ini baru masyarakat Melayu, Dayak dan Madura yang memiliki rumah adatnya,” kata Karolin, saat menjawab pertanyaan perwakilan masyarakat Tionghoa Kota Pontianak, dalam kampanye dialogis belum lama ini.

Menurutnya, untuk pembangunan rumah adat Tionghoa atau suku lainnya, tergantung dari usulan yang diberikan oleh pihak terkait, bisa perwakilan masyarakat atau lembaga yang menaunginya.

“Silahkan buat perinciannya, desainnya dan sebagainya serta yang paling penting kesepakatan antara semua masyarakat, apakah akan dibangun di Pontianak atau di Singkawang, karena sampai saat ini informasi yang saya dapat antara masyarakat Tionghoa belum ada kesepakatan,” lanjutnya.

Yang penting, kata Karolin, harus ada kesepakatan yang jelas antara masyarakat Tionghoa sendiri, agar pembangunan rumah adat itu bisa dilakukan. Jika itu sudah, dirinya menyarankan agar serega menyampaikan usulan itu kepada DPRD dan Pemprov Kalbar, agar itu bisa diproses.

“Sebagai calon Gubernur Kalbar, saya tidak ingin menjanjikan hal terlalu jauh, karena saya tidak ingin bohong dengan masyarakat. Namun, untuk pembangunan rumah adat ini, selagi semua pihak sudah sepakat dan anggarannya ada, tentu ke depan, kita akan mendorongnya,” terangnya.

Ditempat yang sama, perwakilan masyarakat Tionghoa Kota Pontianak, Gisen mengharapkan agar Karolin, sebagai calon Gubernur Kalbar, ke depan bisa memperjuangkan pembangunan rumah adat bagi masyarakat etnis Tionghoa di Kalbar.

“Saat ini, masyarakat adat Melayu sudah memiliki rumah adatnya sendiri, demikian dengan masyarakat Dayak dan Madura. Sebagai salah satu etnis yang ada di Kalbar, tentu kami juga ingin masyarakat Tionghoa bisa memiliki rumah adatnya sendiri,” kata Gisen.

(Media Center Karolin-Gidot)