KPU Kalbar Berharap Relawan Demokrasi Bisa Tingkatkan Partisipasi dan Pemahaman Pemilih

oleh -928 views
Ketua KPU Kalbar, Ramdan, menyerahkan SK Relasi ke perwakilan peserta Bimtek.

SINGKAWANG, KILASKALBAR.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) kepada 55 Relawan Demokrasi (Relasi) dalam Pemilu 2019 di Aula Kantor KPU Kota Singkawang, Senin (21/1/2019) pagi.

Bimtek yang dijadwalkan dilaksanakan hingga sore hari ini, dihadiri langsung oleh Ketua KPU Kalbar, Ramdan, dan lima komisioner KPU Kota Singkawang.

Ramdan mengatakan, program Relasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pemilu, partisipasi pemilih, kepercayaan publik terhadap proses demokrasi, serta membangkitkan kesukarelaan masyarakat sipil dalam agenda pemilu dan demokrasi.

“Sehingga pada pemilu di Singkawang yang sebelumnya partisipasi pemilih 62,5 persen, bisa meningkatkan minimal menjadi 65 persen. Secara nasional kita harapkan meningkatkan partisipasi pemilih hingga 77,5 persen,” ujarnya dalam sambutan.

Ada perbedaan antara Pemilu 2014 dengan Pemilu 2019 yang akan segera dilaksanakan. Yakni pemilu kali ini dilaksanakan serentak antara pemilu legislatif dan presiden. Sehingga surat suara yang diterima oleh pemilih sebanyak lima surat suara.

Oleh karena itu, kata Ramdan, peran Relasi tidak hanya meningkatkan partisipasi pemilih. Tapi juga bagaimana mereka bisa memberikan kepada masyarakat dalam mencoblos di bilik suara dan hak menggunakan surat suara bagi pemilih yang pindah memilih.

“Dukungan dan kerja sama dari kawan-kawan Relasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat kita. Misalnya dia pindah dari kecamatan A ke kecamatan B tapi beda dapil, lalu akan mendapatkan tidak lima surat suara. Inikan hal yang baru di dalam Pemilu 2019,” terangnya.

Ramdan mengharapkan, dengan keterlibatan Relasi dalam sosialisasi dan pendidikan pemilih berdasarkan basis pemilih, pemilih nantinya dapat menggunakan hak pilihnya secara benar.

“Jadi kita ingin juga berharap menurunkan invalidput. Jadi orang bukan hanya datang ke TPS untuk mendapatkan lima surat suara lalu kemudian dia mencoblos juga tidak benar. Nah ini harapan kami bahwa keterlibatan kawan-kawan Relasi nanti juga bisa menjelaskan kepada masyarakat, cara penggunaan hak pilih yang benar. Surat suara itu dinyatakan sah seperti apa,” katanya.

Ketua KPU Kota Singkawang, Riko menambahkan, bahwa para Relasi diberikan sejumlah materi dan teknis kerja dalam bertugas selama tiga bulan ke depan. Di antaranya pengetahuan tentang kepemiluan, yaitu kode etik, daftar pemilih, informasi daerah pemilihan, format laporan dan lain sebagainya.

“Materi dan informasi ini harus dipahami oleh relawan demokrasi, sehingga dalam kegiatan mereka bisa menyampiakan kepada masyarakat berkenaan kepemiluan di masing-masing basis pemilih,” ujarnya.

Relasi dalam Pemilu 2019 direkrut dari 10 basis pemilih. Antara lain basis pemilih keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, pemilih penyandang disabilitas, pemilih berkebutuhan khusus, pemilih marginal, komunitas, keagamaan, dan warga internet (netizen).

Kegiatan dalam menyampaikan informasi kepemiluan dan pendidikan pemilih ini, Relasi dapat melakukannya dengan cara sosialisasi, ceramah, diskusi, penyebaran brosur, sosialisasi melalui jejaring media sosial, dan lain sebagainya. (*)