Membangun Kota, Satar-Alpian akan Kepung Pontianak dari Pinggiran

oleh -1.634 views
Paslon nomor urut tiga, Satar-Alpian.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Mendapat giliran terakhir saat menyampaikan visi misi dan program kerja pada acara debat kandidat Pilkada Pontianak di Hotel Aston, Selasa (19/6/2018), Calon Wali Kota Pontianak nomor urut tiga, Satarudin mengaku program yang akan dipaparkannya telah disampaikan semua oleh kandidat lain.

Kendati begitu, Satar yang berpasangan dengan Alpian ini mengatakan, visi misi dan program kerja yang telah disampaikan oleh cawako satu dan dua, tidak ada satupun inovasi yang dilakukan kedua paslon.

“Satu dua ini program kita habis diambilnya. Tidak ada inovasi yang satu dua melakukan,” ujar Satar.

Satar mengatakan, dirinya bersama Alpian maju di Pilkada Pontianak ingin membangun Kota Pontianak dari dalam dan pinggiran.

“Coba saudara- saudara lihat bapak-bapak lihat, di dalam-dalam Pontianak dan di pinggiran-pinggiran Kota Pontianak. Dari tahun 70-an, arus pembangunan ada di (Kecamatan Pontianak) Kota, Barat, Selatan, Tenggara. Timur Utara itu stagnan. Artinya ada ketimpangan pendapatan PD Bruto. Yang jelas ke depan kami akan membangun arus manusia, akan memindahkan kepadatan penduduk itu di Pontianak Utara. Itu yang akan kami lakukan akan terjadi keseimbangan di antar setiap wilayah. Yang jelas kami bersama pak Alpian akan mengepung Pontianak dari pinggiran kalau terpilih,” kata Satar.

Lebih lanjut, untuk penguatan masyarakat, Satar-Alpian berkomitmen menaikkan insentif di tingkat RT dan RW. Selain itu, dalam penyampaiannya, Satar menyingung paslon nomor urut dua terkait sektor pendidikan.

“Pendidikan kalau nomor dua berusaha. Tapi nomor tiga pastikan gratis untuk pendidikan Kota Pontianak,” tegasnya.

Di samping itu, Satar-Alpian akan mewujudkan pembangunan pemukiman baru dan rumah sakit.

“Di Pontianak Utara, rumah sakit yang bersifat UGD. Kami juga akan menambah insentif untuk posyandu,” ungkapnya.

Untuk para pelaku usaha kecil dan menengah, Satar-Alpian akan memberikan pinjaman kepada para pelaku UKM dan UMKM yang ada di Kota Pontianak. Selain itu memperkuat pelaku usaha dengan pembinaan dan pelatihan. (qrf)