Bawaslu Provinsi Berikan Catatan ke KPU Terkait Hasil Rekapitulasi DPT Pilgub

oleh -2.007 views
Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kalbar, Faisal Riza.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalbar menemukan setidaknya tiga hal krusial terkait rekapitulasi daftar pemilih tetap (DPT) dalam Pilgub Kalbar 2018 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah.

Koordinator Divisi (Kordiv) Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Provinsi Kalbar, Faisal Riza menyebutkan, pertama berkenaan dengan A.C-KWK atau data pemilih potensi non KTP Elektronik.

“Itu perlu jadi pencermatan di pleno DPT ini. Saya kira itu sedang disisir khususnya tadi sisa Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau,” ujarnya kepada awak media saat menghadiri rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub Kalbar 2018 oleh KPU Provinsi Kalbar di Hotel Santika, Pontianak, Jumat (20/4/2018).

Baca juga: DPT Pilgub Kalbar Tiga Juta Pemilih

Kedua, persolan pemilih di lembaga pemasyarakatan (Lapas). Ia menjelaskan, dari hasil pengawasan Panwaslu tingkat kabupaten/kota, terdapat persoalan di mana ada pemilih di lapas yang tidak berasal dari daerah itu.

“Karena itu harus ada rekomendasi kepada KPU, atau Disdukcapil melakukan perekaman,” katanya.

Persoalan lainnya, yaitu kegandaan data pemilih. Bawaslu Provinsi Kalbar menilai, masalah ini tak kunjung tuntas, sementara untuk saat ini KPU tidak punya banyak waktu untuk menuntaskannya.

“Ini kayaknya belum selesai teman-teman (KPU) melakukan ricek. Jadi DPT yang ada sekarang ini sepertinya memang KPU tidak cukup waktu untuk mengkoordinasikan ini dengan Disdukcapil. Ini menurut saya kita juga akan bersikap,” terangnya.

Dari catatan itu, Faisal menyarankan untuk kemungkinan KPU melakukan perbaikan terhadap DPT. Sebab, tidak ada larangan melakukan perbaikan karena masih ada pemilih potensi non KTP Elektronik yang harus dikeluarkan.

“Jadi mungkin kita akan memberikan rekomendasi dengan catatan itu,” kata dia.

“DPT perbaikan itu tentu sebelum pencetakan surat suara, logistik. Kan masih ada waktu,” imbuhnya.

Lebih lanjut Faisal mengatakan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menyampaikan temuan ini ke pihak Bawaslu RI.

“Karena ini sudah dijadwalkan oleh KPU, mungkin nanti, ini kan masih berproses ke KPU RI. Di KPU RI ini yang juga nanti kita minta menyampaikan hasil temuan kita ke Bawaslu RI,” pungkas. (qrf)