Kata Cornelis, Pertarungan Pileg 2019 Lebih Berat

oleh -2.107 views
Penyerahan tanda terima pendaftaran (TTPd) berkas bacaleg dari Ketua KPU Kalbar, Ramdan, kepada Ketua DPD PDIP Kalbar, Cornelis.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kalbar, Cornelis mengakui, bahwa perebutan kursi legislatif di Kalbar pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019 mendatang, akan jauh lebih berat dari pileg sebelumnya. Alasannya, jumlah parpol peserta pemilu yang bertambah.

Sebagaimana diketahui, Pileg 2014 menyertakan 12 parpol. Untuk Pileg 2019, ada tambahan empat partai baru menjadi 16 parpol. Parpol lama antara lain PDIP, Hanura, NasDem, PAN, PKS, Gerindra, Golkar, PPP, Demokrat, PKB, PBB, dan PKPI. Lalu PSI, Perindo, Berkarya, dan Garuda sebagai partai baru.

Meski diakui berat, sebagai partai pemenang dengan perolehan 15 kursi di legislatif tingkat provinsi, Cornelis tetap optimis PDIP mampu kembali meraih kursi terbanyak. Namun tentu saja untuk mencapai target itu, dibutuhkan kerja keras.

“Kalau menurut hitung-hitungan, kalau suara seperti yang dulu, perhitungan sekarang lebih menguntungkan kita, mungkin bisa lebih. Tapi karena partai politiknya banyak bertambah, ya memang kerjaannya berat. Harus bekerja,” ujarnya kepada wartawan usai menyerahkan berkas bacaleg PDIP tingkat provinsi ke KPU Kalbar, Pontianak, Selasa (17/7/2018) malam.

Untuk dapat meraup suara terbanyak dalam pileg mendatang, Cornelis menyatakan, PDIP Kalbar sangat siap bertarung dengan parpol lainnya. Ia yakin, usaha keras yang dilakukan partai akan membuahkan hasil terbaik.

“Pertarungan inikan semakin sulit. Siapa yang ulet, siapa yang bekerja, siapa yang menanam itu yang menuai,” ucap Gubernur Kalbar dua periode ini.

Pada pengajuan bacaleg tingkat provinsi ke KPU, berkas syarat pencalonan yang diserahkan PDIP dinyatakan lengkap. PDIP mengajukan 65 bacaleg, sesuai jumlah maksimal 100 persen alokasi kursi di DPRD Provinsi Kalbar.

Jumlah tersebut tersebar di delapan daerah pemilihan (dapil), dan memenuhi syarat keterwakilan bacaleg perempuan 30 persen.

“100 persen terpenuhi semua. (Keterwakilan perempuan 30 persen) sudah terpenuhi,” tuturnya. (qrf)