Jadi Caleg, Penjual Ayam Geprek di Pontianak Ini Ingin Perjuangkan Nasib Pedagang Kecil

oleh -3.291 views
Azoy, bacaleg DPRD Kota Pontianak dari Partai Berkarya.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Berprofesi sebagai penjual ayam geprek tak menyurutkan semangat Nazarudin (30) untuk ikut mencalonkan diri sebagai calon legislator Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Pemilu 2019 mendatang.

Walaupun tak punya modal besar seperti calon lainnya, caleg nomor urut 6 dari Partai Berkarya yang maju di daerah pemilihan (dapil) Pontianak 1 Kecamatan Pontianak Kota ini bertekad ingin mengubah nasib para pedagang kecil seperti dirinya apabila terpilih nantinya.

Tidak hanya menjadi penyambung aspirasi masyarakat, lebih dari itu apabila terpilih nantinya, Nazarudin yang karib disapa Azoy ini siap untuk membantu dan memfasilitasi para pedagang kecil dalam berusaha.

“Memfasilitasi masyarakat yang pedagang kecil menengah. Baik kebutuhannya, mulai dari gerobak mungkin. Kalau saya jadi, lebih enaknya mempersiapkan gerobak di pinggir jalan yang tidak dapat lahan untuk berjualan,” katanya.

Dalam kesehariannya, Azoy berjualan ayam geprek di Jalan KH Ahmad Dahlan, Pontianak, tidak jauh dari kediamannya. Dengan modal yang tak seberapa dari keuntungan hasil berjualan ayam geprek dan bisnis menjual gerobak makanan, ia berharap perjuangannya menjadi caleg mendapat dukungan dari masyarakat.

Dapil Pontianak 1, Azoy harus berjuang memperebutkan satu kursi untuk dirinya dari alokasi delapan kursi yang ada.

“Insyaallah kalau masyarakat ke depannya semakin pintar, istilahnya tidak ada money politic sedikitpun dalam pemilihan, saya yakin terpilih,” ucapnya.

Azoy menargetkan perolehan 3.500 suara. Strategi yang akan dilakukan, di antaranya dengan datang langsung menemui masyarakat. Karena menurutnya itulah strategi paling tepat.

“Insyaallah dimulai bulan sembilan sampai bulan 11 door to door profil saya, insyallah saya bagikan ke 83 ribu pemilih di Kota Pontianak, meliputi Pontianak Kota saja. Insyallah dari 83 ribu tersebar 50 ribu di rumah-rumah dengan stiker di depan pintu rumah warga,” katanya.

Memilih menjadi caleg dari Partai Berkarya, terlepas dari bayang-bayang negatif Orde Baru Soeharto yang digambarkan sebagian orang, Azoy menilai partai ini memiliki semangat yang cocok dengan tekadnya, yaitu mengembalikan masa-masa guyub antar sesama, sejahtera dan nyaman dalam berusaha.

“Mengenang masa zaman Pak Suharto. Kebanyakan jawabannya (enak) zaman Pak Soeharto, yang di mana menimbulkan rasa keharmonisan, kemudahan dalam berdagang. Kalau di kampung-kampunh menyebutnya, petani bisa kerja. Sekarang petani banyaknya jual lahan,” kata Azoy memberikan alasan memilih Partai Berkarya.

Sebagai caleg yang berasal dari kalangan bawah, Azoy membawa misi memperjuangkan nasib para pedagang kecil agar setara dan mendapat kehidupan yang lebih layak. (qrf)