Syarat Kejiwaan Bacaleg Banyak Belum Selesai, Ketua NasDem Kalbar Kritik Fasilitas Rumah Sakit

oleh -1.864 views
Ketua DPW Partai NasDem Kalbar, Syarif Abdullah Alkadrie.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Ketua DPW Partai NasDem Kalbar, Syarif Abdullah Alkadrie mengoreksi fasilitas rumah sakit jiwa milik pemerintah yang dijadikan rujukan oleh KPU dalam mengurus surat keterangan kesehatan jiwa (SKKJ) untuk kepentingan syarat bagi bakal calon legislatif (bacaleg).

Menurut dia, fasilitas yang ada saat ini jauh dari kata layak seperti di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sungai Bangkong, Pontianak. Sebagaimana diketahui, sejak beberapa hari lalu, ribuan bacaleg dari berbagai daerah di Kalbar melakukan tes kejiwaan. Hingga H-1 penutupan pendaftaran bacaleg, 17 Juli 2018, masih banyak bacaleg yang belum selesai mengurus SKKJ.

“Itukan akhirnya orang itu seperti menunggu sampai kayak ndak karuan ya. Sebenarnya ke depan itu harus diaturlah kaitan dengan ini. Kalau memang itu harus pakai rumah sakit jiwa, ini harus dilihat fasilitasnya kemudian sarana yang ada lantas ada berapa rumah sakit jiwa,” ujar Syarif Abdullah kepada awak media di Pontianak, Senin (16/7/2018).

Syarif Abdullah mengatakan, dulu dalam mengurus SKKJ tidak selama seperti sekarang. Sebab, bacaleg boleh melakukan pemeriksaan di rumah sakit-rumah sakit biasa.

“Kalau yang dulu kan cukup di rumah sakit-rumah sakit biasa saja. Tapi memang jiwa ini masalahnya kekhususan, dokternya juga spesialis jiwa, ya tentu berbeda. Tetapi saya lihat ke depan ini juga harus jadi pemikiran supaya tidak seperti sekarang. Sudah waktunya lama, kemudian juga menunggunya cukup lama, kemudian tempat fasilitasnya begitu sempit, itu harus dipikirkan ke depan,” katanya.

“Saya rasakan inilah yang paling cukup parah,” ucap anggota DPR RI ini.

Dia menegaskan, ke depan terkait pengurusan SKKJ, harus dievaluasi. Tidak cuma mekanisme yang berlaku, tapi juga pembenahan fasilitas rumah sakit jiwa.

“Semuanya harus dibenahi. Mekanismenya, psikiaternya mungkin perlu ditambah kalau masih mau pakai kayak gini. Inikan kesulitan. Iya kalau kita yang ada di ibukota provinsi. Yang ada di kabupaten, apalagi kabupaten-kabupaten terjauh yang tidak ada rumah sakit jiwa, inikan tentu memakan biaya, waktu. Nah ini harus dipikirkan nih,” tutur Syarif Abdullah.

Sementara dalam pengurusan SKKJ dirinya untuk kembali maju ke DPR RI, Syarif Abdullah mengaku sudah mengurus dengan baik. Sebab, jauh hari sebelum bacaleg lain mengurus, ia lebih awal memasukkan berkas. (qrf)