Eks PKL Taman Alun Kapuas Pilih Karolin-Gidot karena Berkomitmen Perhatikan Nasib Pedagang

oleh -1.890 views
Penertiban PKL di Taman Alun Kapuas, Pontianak.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Sejumlah eks pedagang kaki lima (PKL) Taman Alun Kapuas Pontianak, menyatakan akan memilih pasangan Karolin-Gidot dalam Pilgub Kalbar 2018.

“Saya dan kawan-kawan yang pernah berdagang di Taman Alun Kapuas, kalau Pilgub kami akan memilih ibu Karolin,” ujar Eduar, perwakilan eks PKL Taman Alun Kapuas di Taman Akcaya Pontianak, beberapa waktu lalu kepada KILASKALBAR.com.

Saat ditanya alasannya, Eduar dan kawan-kawan yang kini sudah berpindah lapak ke area Taman Akcaya di Jalan Sultan Syahrir, menjawab simpel. Pasangan Karolin-Gidot berkomitmen melanjutkan program pemerintahan provinsi yang lama yang dinilai pro kepada masyarakat kecil.

“Dari yang saya dengar, pasangan Karolin-Gidot Gidot ini yang paling berkomitmen melanjutkan pemerintahan yang lalu, pak Cornelis dan pak Christiandy. Yang saya rasakan, di zaman pak Cornelis, beliau itu memperhatikan orang-orang seperti kami pedagang kecil. Kami diusir dari Taman Alun Kapuas lalu kamu pindah ke sini (Taman Akcaya, red) di lahan milik pemerintah provinsi,” terangnya.

Ia mengungkapkan, tepat pada 2015 lalu, dirinya bersama ratusan PKL lainnya tergusur dari Taman Alun Kapuas akibat kebijakan pemerintah setempat yang ingin merenovasi taman.

Sempat dijanjikan bisa kembali berdagang, namun setelah taman rampung direnovasi, pedagang hanya bisa gigit jari. Karena tanpa sepengetahuan pedagang, muncul aturan yang mengharuskan Taman Alun Kapuas harus steril dari PKL.

“29 Agustus 2015 keluar dari Taman Alun Kapuas. Sempat dijanjikan oleh Pemkot kami masuk kembali tanggal 1 Januari 2016. Alasan beliau kami disuruh keluar sementara itu untuk perenovasian dan pembaharuan taman. Tapi awal 2016, kami tidak boleh masuk,” ungkapnya.

“Saat ketemu pak Wali, jawabannya simpel jak. Saya tidak mau taman rusak. Begitu alasan pak Wali agar kami tidak lagi berdagang di Taman Alun Kapuas. Padahal, kami ikut aturan dan kami sangat senang bila ada campur tangan pemerintah mengatur kami berdagang di Taman Alun Kapuas itu,” timpal Eduar.

Bagi Eduar dan kawan-kawan PKL, mereka yakin Karolin-Gidot adalah pasangan yang berkomitmen memperhatikan nasib pedagang kecil.

Eduar menegaskan, dirinya tidak butuh calon pemimpin yang banyak mendapatkan penghargaan sementara di lain pihak, ada hajat hidup orang banyak yang dikesampingkan.

“Kalau saya memilih pemimpin itu, ya tidak muluk-muluk lah. Bukan faktor agama, bukan faktor suku, tapi sejauh mana pemimpin itu bisa mengayomi dan menjamin masyakarat kecil seperti kami ini. Di Kalbar bisa aman, kami bisa berdagang dengan mudah, itu sudah cukup buat kami pedagang ini,” pungkasnya. (qrf)