Tim Kampanye Prabowo-Sandi Usul Debat Capres Berbahasa Inggris, Hasto: Usulan Ini Jelas Melanggar Undang-Undang

oleh -1.599 views
Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

JAKARTA, KILASKALBAR.com – PDI Perjuangan menanggapi serius terhadap usulan Tim Kampanye Prabowo-Sandi untuk mengadakan debat capres dalam bahasa Inggris.

Menurut Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, seharusnya tim kampanye itu harus bisa menunjukkan rasa cinta kepada tanah air, salah satunya bangga dengan bahasa Indonesia, termasuk debat capres-cawapres berbahasa Indonesia.

“Seluruh tim kampanye seharusnya menempatkan rasa cinta tanah air, kebanggaan terhadap jati diri dan kebudayaan bangsa, serta sejarah kemerdekaan bangsa sebagai hal prinsip yang tidak boleh dikalahkan hanya oleh ambisi kekuasaan. Sebab sejarah mengajarkan bahwa bangsa Indonesia bersatu karena semangat kebangkitan nasional dan sumpah pemuda. Lalu bagaimana mungkin semangat menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia, kini direduksi sebagai sekadar keterampilan berbahasa asing?” ujar Hasto melalui pers rilisnya, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

PDI Perjuangan berpendapat bahwa usulan Tim Kampanye Prabowo-Sandi tersebut kontraproduktif dengan semangat Sumpah Pemuda.

Bahkan PDI Perjuangan mempertanyakan usulan itu. Apakah benar usulan tersebut membuktikan isu yang beredar, di mana Tim Kampanye Prabowo-Sandi dibackup oleh konsultan asing.

“Apakah ini karena issue yang beredar bahwa Tim Kampanye Prabowo-Sandi dibackup oleh konsultan asing?” kata Hasto mempertanyakan.

Hasto menjelaskan, debat yang digelar KPU adalah bagian kegiatan kenegaraan. Kegiatan kenegaraan diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia.

“Jadi usulan ini jelas melanggar Undang-undang No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Jadi kita mempertanyakan usul yang jelas jauh dari memperkuat semangat kebangsaan di tengah era globalisasi saat ini,” ucapnya.

Hasto mengajak semua pihak khususnya Tim Kampanye Prabowo-Sandi untuk memperkuat nasionalisme Indonesia, termasuk dalam era milenial saat ini.

“Tim Kampanye Prabowo-Sandi belajarlah dengan Nadiem Makaramim, Iman Usman, Belva Devara, Wishnutama, Erick Tohir dan tokoh-tokoh muda lainnya yang dengan caranya menunjukkan semangat bangga dengan Indonesia,” tuturnya. (*/qrf)