Dalam Sehari, Karolin Bisa Kampanye di 7 Tempat yang Berbeda

oleh -705 views
Calon Gubernur Kalimantan Barat, Karolin Margret Natasa menunjukkan gambar progres pembangunan pada pemerintahan sebelumnya dalam debat publik yang diselenggarakan oleh KPU Kalbar di Hotel Kapuas Palace, Pontianak (7/4/2018)

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Kondisi geografis Kalimantan Barat yang sangat luas, tak menyurutkan semangat calon gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2 Karolin Margret Natasa untuk terus berkunjung dan bertemu dengan masyarakat.

Bahkan, dalam satu hari, calon gubernur Kalimantan Barat satu-satunya perempuan dan termuda itu berkunjung di 7 lokasi yang berbeda.

“Jika anak muda seusia saya sedang asyik nonton drama Korea, saya justru keliling Kalbar untuk berkampanye dan menemui rakyat,” ujar Karolin, Jumat (13/4/2018) malam.

“Ini bukan yang pertama, namun berjuang mengabdikan diri sudah saya lakukan sejak menjadi calon anggota DPR RI di tahun 2009 lalu,” katanya.

Karolin mengungkapkan alasannya untuk bertarung dengan politisi senior di Pilkada Kalbar.

Karolin yakin jika apa yang dilakukannya selama ini akan berbuah kebaikan bagi masyarakat Kalbar, terutama masyarakat di pedalaman, pulau terluar dan terpencil.

Bersama pasangannya calon wakil gubernur Suryadman Gidot, Karolin bahu-membahu menyerap aspirasi dan keinginan masyarakat Kalbar dan akan mewujudkannya dalam program kerja gubernur dan wakil gubernur yang akan datang.

“Saya dan Pak Gidot adalah kepala daerah yang berada di pedalaman, jadi kami paham betul apa masalah serta kendala yang dihadapi rakyat di wilayah-wilayah sulit itu,” tegasnya.

Majunya Karolin dalam kontestasi Pilgub Kalbar 2018 itu pun didukung dan direstui dua presiden, yakni Megawati Soekarno Putri (Presiden ke-5) dan Soesilo Bambang Yudhoyono (Presiden ke-6) memberikan mandat kepada Karolin dan cawagub Suryadman Gidot.

Ibu dua anak yang pernah menjadi anggota DPR RI dua periode dan saat ini sebagai Bupati Landak yang tengah cuti kampanye itu menegaskan motivasinya maju dalam Pilgub Kalbar, semata-mata karena ingin memanusiakan masyarakat Kalbar.

“Kita ingin manusia Kalbar ke depan menjadi lebih hebat, lebih maju dan lebih berdaya bukan hanya bergantung. Tidak hanya menadahkan tangan tapi juga mampu memberi, saling membantu dan bergotong royong,” katanya.

Karolin menyadari, pertarungan di Pilkada Kalbar 2018 lebih berat jika dibanding dengan Pilkada sebelumnya.

Dimana, peranan media massa dan media sosial yang sangat dominan, berdampak pada sengitnya persaingan dalam Pilkada kali ini.

“Ini menjadi tantangan bagi saya. Dengan kondisi tersebut saya justru semakin yakin jika keputusan berkiprah di dunia politik adalah hal yang benar, sehingga saya dapat terus berjuang dan mengabdikan diri kepada masyarakat dan daerah ini,” sambungnya.

Dengan visi mewujudkan Kalbar Hebat, Karolin dan Gidot sudah menyiapkan sejumlah solusi mengatasi masalah pembangunan di daerah ini, yang logikanya harus disambungkan dengan kebijakan pemerintah pusat.
(MEDIA CENTER KAROLIN GIDOT)