KPU Singkawang Terus Tingkatkan Keamanan IT dari Serangan Siber

oleh -559 views
Umar Faruq.

SINGKAWANG, KILASKALBAR.com – Terkait dengan kesiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) berkenaan keamanan informasi dan teknologi (IT) KPU dalam Pemilu 2019, Anggota KPU Kota Singkawang, Umar Faruq mengatakan, bahwa pihak penyelenggara pemilu terus memperkuat sistem informasi yang dibangun untuk publikasi pemilu kepada masyarakat.

“KPU sudah melakukan langkah-langkah konkret untuk mencegah dan mengantisipasi serangan siber. Di antaranya kami di tingkat kabupaten/kota telah mendapatkan bimtek memperkuat keamanan IT. Di mana salah satunya semua harus mulai menggunakan email resmi @kpu.go.id dalam berkomunikasi terkait data di internal KPU demi keamanan atas potensi serangan siber,” ujar Umar yang membidangi data dan informasi ini, Rabu (13/7/2019).

Peningkatan keamanan di internal KPU ini, kata Umar, tidak hanya terapkan oleh komisioner saja. Tapi juga para pegawai di kesekretariatan dan operator per divisi.

Secara teknis, Umar mengungkapkan, dirinya maupun para operator telah dibekali sistem peningkatan keamanan IT KPU.

“Dari hal yang paling simpel, seperti dalam mengoperasikan komputer atau laptop di kantor, masing-masing disisipkan password. Sehingga tidak semua bisa mengakses perangkat komputer yang berisi informasi kepemiluan. Bahkan, password ini secara berkala kami perbaharui. Demikian juga dengan website dan medsos internal KPU, kami terus meningkatkan sistem keamanannya,” jelasnya.

Lebih lanjut Umar menuturkan, terkait data pemilih, hal ini terintegrasi mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga pusat.

“Data pemilih terintegrasi di Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih). Di daerah, tidak semua yang ada di KPU bisa membuka sistem ini, kecuali mereka-mereka seperti operator data dan informasi (Datin) yang sudah diberikan akses. Itupun bisa dibuka jika pusat membuka. Memang keamanan data ini sangat diprotek,” terangnya.

“Selain di Sidalih, masing-masing KPU juga memegang data pemilih yang format excel maupun hard copy. Sehingga apabila ada serangan siber, KPU tetap memiliki data pemilih di masing-masing daerah,” tutur Umar. (*)