Hasil Penyempurnaan 30 Hari, Daftar Pemilih Singkawang Sebanyak 160.753

oleh -1.449 views
Penandatanganan Berita Acara Pleno Rekapitulasi DPTHP-2 tingkat Kota Singkawang, Senin (10/12/2018).

SINGKAWANG, KILASKALBAR.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan daftar pemilih tetap hasil perbaikan kedua (DPTHP-2) dalam Pemilu 2019 di Swiss Belinn, Singkawang, Senin (10/12/2018) pagi.

Penetapan DPTHP-2 Kota Singkawang sebanyak 160.753 pemilih. Dengan pemilih laki-laki 80.921 dan pemilih perempuan 79.832.

“Tersebar di 5 kecamatan, 26 kelurahan, di 673 TPS,” ujar Riko, Ketua KPU Kota Singkawang.

Rapat pleno terbuka dihadiri Bawaslu, Disdukcapil, partai politik peserta pemilu, ketua PPS dan PPK se-Kota Singkawang. Riko memaparkan, rapat pleno terbuka ini berdasarkan surat edaran KPU RI Nomor 1429/PL.02.1-SD/01/KPU/XI/2018 pada 21 November lalu.

“Perihalnya, perpanjangan masa kerja penyempurnaan DPTHP selama 30 hari atas rekomendasi Bawaslu dan masukan partai politik peserta pemilu,” terangnya.

Penyempurnaan DPTHP-2 dengan pemilih sebanyak 160.753 merupakan hasil perbaikan dari jumlah DPTHP-2 yang sebelumnya dilaksanakan pada 12 November 2018 lalu. Sebagaimana diketahui penetapan DPTHP-2 yang pertama, jumlah pemilih sebanyak 162.537 pemilih.

“Penyempurnaan DPTHP-2 ini merupakan hasil pencermatan dan koordinasi bersama dengan Disdukcapil dan rekomendasi Bawaslu serta tanggapan partai politik peserta pemilu dan masyarakat,” kata Riko.

“Jumlah daftar pemilih berkurang yang tersebar di seluruh kecamatan. Selain itu dalam DPTHP-2 ini, ada penambahan TPS. Dari yang sebelumnya 672 menjadi 673 TPS. Tambahan satu TPS ini ada di RSJ,” timpalnya.

Lebih lanjut Riko menjelaskan, terkait TPS yang ada di RSJ ini berdasarkan surat edaran dari KPU RI. Pembentukan TPS di RSJ sebagai keseriusan KPU Singkawang dalam melindungi hak pilih warga negara.

“Jadi dalam poin 4 di surat edaran itu disebutkan, guna menjamin hak pilih bagi pemilih yang berada di RSJ, KPU dapat membentuk TPS. Nah, di RSJ ini ada 200-an yang rekomendasikan pihak rumah sakit untuk menggunakan hak pilihnya,” tutur Riko. (*)