Antusias Warga Singkawang Tinggi Daftar Relawan Demokrasi

oleh -1.807 views
Ketua KPU Kota Singkawang, Riko.

SINGKAWANG, KILASKALBAR.com – Sejak dibukanya pendaftaran Relawan Demokrasi (Relasi) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawang pada 7-16 Januari 2019, calon relawan yang sudah mendaftar sebanyak 54 orang.

Antuasias masyarakat Singkawang memang sangat tinggi untuk ikut terlibat menjadi Relasi. Terbukti, meski masa pendaftaran masih dibuka hingga 16 Januari, namun yang mendaftar sudah hampir memenuhi jumlah maksimal.

“Ini membuktikan masyarakat kita tinggi keinginannya untuk berpartisipasi dalam menyukseskan Pemilu 2019. Masa pendaftaran sampai 16 Januari, yang akan kami rekrut sebanyak 55 orang, tapi yang mendaftar sudah 54 orang sampai saat ini,” ujar Ketua KPU Kota Singkawang, Riko, di Singkawang, Kamis (10/1/2019).

Riko menjelaskan, rekrutmen Relasi berdasarkan basis-basis pemilih, yakni basis keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, pemilih penyandang disabilitas, pemilih berkebutuhan khusus, pemilih marginal, komunitas, keagamaan, dan warga internet (netizen).

Ada 15 persyaratan untuk mengikuti Relasi. Antara lain berusia minimal 17 tahun pada saat mendaftar, pendidikan minimal SLTA/sederajat, berdomisili di wilayah setempat, nonpartisan parpol, dan lain sebagainya.

“Persyaratan tersebut dibuktikan dengan fotocopy KTP, ijazah SLTA/sederajat, pas foto 4×6 sebanyak 4 lembar, surat pernyataan bersedia menjadi relawan, sudah terdaftar dalam DPT, bukan bagian dari penyelenggara, CV, dan lainnya,” sebut Riko.

Riko menerangkan, program Relasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pemilu. Selain itu, meningkatkan partisipasi pemilih, meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

“Dan membangkitkan kesukarelaan masyarakat sipil dalam agenda pemilu dan demokrasi,” katanya.

Komisioner KPU Kota Singkawang yang membidangi sosialisasi, pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat dan SDM, Khairul Abror menambahkan, sebagaimana diketahui, tantangan sosialisasi dan pendidikan pemilih pada Pemilu 2019 lebih berat karena semakin kompleksnya penyelenggaraan pemilu. Pemilih akan berhadapan dengan lima jenis surat suara di TPS.

“Butuh kecermatan pemilih untuk memastikan tata cara pemberian surat suara yang benar di TPS. Sosialisasi dan pendidikan pemilih yang lebih masif dan intensif juga dibutuhkan untuk menurunkan angka suara tidak sah atau invalid vote dalam pemilu,” ujar dia.

“Nah, program Relasi yang melibatkan masyarakat sipil ini adalah gerakan sosial yang dimaksudkan untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilih. Relawan demokrasi ini, mereka akan menjadi pioneer demokrasi bagi komunitasnya,” tutur Abror. (*)