Debat Publik Pilgub, Koordinator Songkok : Pemaparan Karolin-Gidot Paling Terukur dan Sistematis

oleh

Koordinator Songkok, Rachmatul Fitrah (kiri).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Debat publik tiga paslon Pilgub Kalbar 2018 yang diselenggarakan KPU Provinsi di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Sabtu (7/4/2018) lalu, menyajikan ‘perang’ visi, misi dan program kerja bertemakan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik di Kalbar.

Namun dari sekian pemaparan masing-masing kandidat setelah mendapat pertanyaan dari moderator debat, hanya paslon nomor urut 2 yang dinilai penjelasannya sesuai dengan tema debat tahap pertama.

“Satu-satunya calon yang realistis dan tidak mengawang-ngawang soal kesehatan dan kesejahteraan, bagaimana strategi ibu Karolin menekan angka kematian anak dan ibu pada kelahiran melalui rumah singgah, sungguh sangat pas sekali,” kata Koordinator Solidaritas Pendukung Karolin untuk Kalbar (Songkok), Rachmatul Fitrah di Pontianak, Sabtu (9/4/2018).

Ia mengungkapkan, dalam pemaparannya, Karolin-Gidot menjadi pasangan yang paling terukur dan sistematis dalam menyampaikan rencana program.

Menanggapi komentar miring dari pihak tertentu yang menilai paslon nomor urut 2 lebih menonjolkan egoisme kepartaian pada saat debat kemarin, Fitrah mengatakan dengan sistem demokrasi yang dijalankan negara ini, partai politiklah ruh atau nyawa dari demokrasi tersebut.

“Menjadi wajar dan bahkan sebuah keniscayaan apabila seorang kader partai menonjolkan dari partai mana ia berasal. Jadi, tidak ada yang salah kalau mereka menonjolkan kepartaiannya,” tutup Fitrah. (qrf)