Cornelis : Pilkada itu Pertarungan Partai Politik

oleh
Ketua Tim Pemenangan Karolin-Gidot, Cornelis.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013 dan 2013-2018, Cornelis menegaskan bahwa sejatinya kontestasi perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) merupakan pertarungan partai politik.

Untuk itu, Cornelis mengimbau agar masyarakat tidak terpancing dengan berbagai isu yang memprovokasi demi terciptanya stabilitas keamanan di Kalimantan Barat ini selama masa pilkada.

“Pilkada itu pertarungan partai politik, bukan masalah suku atau agama,” ujar Cornelis saat orasinya dalam pengukuhan tim kampanye Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot di Kabupaten Landak, Jumat (6/4/2018).

Karena, sebut Cornelis, para pasangan calon yang maju dalam pilkada diusung oleh koalisi masing-masing partai politik.

Sehingga pertarungan sebenarnya dalam kontestasi pilkada ini adalah mempertahankan marwah partai politik.

Sejarah mencatat, di Kalimantan Barat pernah mengalami 17 kali peristiwa kelam, yang berdampak pada terhambatnya pembangunan.

Berdasarkan catatan sejarah itulah, Cornelis berupaya menciptakan rasa aman dan damai bagi seluruh masyarakat selama sepuluh tahun dirinya menjadi gubernur Kalimantan Barat.

Cornelis menambahkan, selama masa kepemimpinannya menjabat sebagai gubernur, dirinya selalu mengedepankan pemerataan dalam pembangunan, tanpa memandang suku ataupun agama.

Hal ini dibuktikan Cornelis saat proses pembangunan sejumlah rumah ibadah seperti Masjid Mujahidin di Pontianak, Masjid Raya di Singkawang serta sejumlah rumah ibadah lainnya.

Bahkan, ungkap Cornelis, komposisi pegawai pemerintah dilingkungan Pemprov Kalbar, 80 persen diantaranya adalah muslim.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan apa yang selama ini ditudingkan kepada Cornelis jika dirinya anti terhadap salah satu agama.

“Setiap tahun, saya juga selalu memberangkatkan dua orang yang kurang mampu untuk berangkat naik haji ke tanah suci,” katanya.

Intinya, sebut Cornelis, menjadi gubernur itu harus siap menjadi pelayan masyarakat tanpa pandang bulu.

Selama masa kepemimpinannya, pemerataan pembangunan yang menjadi kewenangan gubernur juga sudah dilakukan Cornelis.

Sehingga Cornelis berharap, pembangunan itu harus tetap dilanjutkan bekerjasama dengan pemerintah pusat. (Noy)