Tanggapi Jawaban Sutarmidji, Karolin : Bapak Baru 9 Hari, Saya 9 Tahun Keliling Kalbar

oleh
Para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur beristirahat sejenak saat jeda antar sesi dalam debat publik yang diselenggarakan KPU Kalbar di Hotel Kapuas Palace (7/4/2018)

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Kondisi infrastruktur di daerah yang disampaikan calon gubernur nomor urut 3 Sutarmidji dalam sesi tanya jawab Debat Publik yang diselenggarakan KPU Kalbar ditanggapi oleh calon nomor urut 2, Karolin Margret Natasa.

KPU menyelenggarakan debat publik antar pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur di Hotel Kapuas Palace, Sabtu (7/4/2018).

Sebelumnya, dalam sesi tanya jawab  tersebut pasangan calon Karolin dan Gidotendapat kesempatan memberikan pertanyaan kepada paslon Sutarmidji-Ria Norsan.

Pertanyaan tersebut disampaikan cawagub Gidot terkait program pembangunan untuk percepatan infrastruktur di wilayah pedalaman maupun  perbatasan, terutama akses jalan raya.

Gidot menanyakan bagaimana nantinya paslon Sutarmidji- Ria Norsan membangun infrastruktur dengan wilayah perbatasan misalnya pesisir dan pedalaman.

Padahal, menurut Gidot sejumlah pembangunan infrastruktur adalah kewenangan pemerintah pusat.

Menanggapi pertanyaan terkait infrastruktur tersebut, Sutarmidji mengatakan jika dirinya berkeliling Kalbar selama 9 hari dalam rangkaian kampanye, mulai dari Kabupaten Kayong Utara, Ketapang, hingga Kapuas Hulu.

Sutarmidji mengatakan, pembangunan infrastruktur sebenarnya tidak hanya di wilayah perbatasan saja, namun di seluruh wilayah Kalbar.

Menurut calon gubernur nomor urut 3 ini, jalan adalah salah satu penyebab perkonomian kurang baik.

Hubungan pemerintah provinsi atau pemerintah pusat dan pemerintah kota, sebut Sutarmidji selalu jadi permasalahan.

“Saya 9 hari keliling Kalbar, kita lihat kondisi jalan di daerah memprihatinkan dan itu akan dibenahi,” kata Sutarmidji.

Usai menjawab pertanyaan tersebut, moderator kemudian memberikan kesempatan kepada paslon Karolin-Gidot untuk menanggapi jawaban dari Sutarmidji.

“Bapak baru 9 hari, saya 9 tahun (keliling Kalbar),” ujar Karolin.

Karolin menambahkan, dalam pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Cornelis selama dua periode, membuktikan adanya hubungan yang baik antara pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat.

Hal tersebut, menurut Karolin, dibuktikan dengan adanya sejumlah pembangunan, baik itu jalan dan jembatan, hingga wilayah perbatasan.

“Kami sudah membuktikan bahwa koordiansi dengan pusat sudah baik. Tiga PLBN sudah diselesaikan,” katanya.

“Jika bicara terkait jalan negara, sudah diperbaiki dengan baik seperti jalan Tayan-Sosok, Trans Kalimantan, Jembatan Pak Kasih, dan koordinasi dengan pusat sudah baik, maka tinggal dilanjutkan,” tutup Karolin. (qrf/noy)