Ketua NU Kalbar Tegaskan Paslon Tidak Mempolitisasi Isu SARA

oleh
Acara pembukaan TOT muharrik masjid dan dakwah di Kompleks Asrama Haji, Pontianak, Jumat (6/4/2018).

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalbar mengharapkan, kandidat maupun tim sukses dalam Pilgub Kalbar untuk tidak membawa isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) dalam kegiatan kampanye yang mereka lakukan.

Ketua Tanfidziyah PWNU Kalbar Hildi Hamid menegaskan, masing-masing pasangan calon (paslon) harus menepati kesepakatan untuk tidak membawa isu itu sebagaimana kesepakatan yang telah dilakukan bersama, baik dalam deklarasi yang dilaksanakan KPU maupun Bawaslu.

“Kepada seluruh paslon ini yang sudah melakukan kesepakatan antara paslon, bahwa tidak ada isu-isu yang membawa baik etnis maupun agama di dalam kampanye-kampanyenya,” kata Hildi di Pontianak, Jumat (6/4/2018).

Sebagaimana diberitakan di beberapa media, dalam kegiatan kampanye dialogis maupun tatap muka, secara gamblang ada paslon yang mengklaim didukung oleh etnis bahkan agama tertentu.

Apabila dalam kampanye kandidat tertentu melibatkan dan mengklaim salah satu etnis ataupun agama mendukung yang berpotensi adanya politisasi SARA, Hildi meminta penyelenggara Pemilu tegas.

“Sebenarnya ini sudah menjadi tugasnya dari Bawaslu dan lain sebagainya,” ucapnya.

Hildi menegaskan, bahwa NU tidak masuk dalam ranah politik praktis.

“Politik NU itu adalah bagaimana Pilkada ini menciptakan kualitas daripada pemimpin-pemimpin yang akan dipilih, berlangsung damai dengan kualitas yang jauh lebih baik” terangnya.

Kendati demikian, lanjutnya, NU mempunyai tanggung jawab moral untuk ikutserta mewujudkan Pilkada serentak di Kalbar berkualitas dan damai.

Sebagaimana saat ini, PWNU Kalbar melatih para pendakwah se-Kalbar untuk bisa menjadi penggerak yang mampu berdakwah menyampaikan pesan damai tanpa harus mempolitisasi isu-isu SARA.

“Traning of Trainer (TOT) takmir masjid dan pendakwah ini juga untuk menjelaskan itu (berdakwah tanpa politisasi SARA) kepada masyarakat,” katanya.

PWNU Kalbar, 6-8 April 2018, menggelar TOT bagi muharrik (penggerak) masjid dan dakwah di Kompleks Asrama Haji, Pontianak. Pelatihan diikuti ratusan pendakwah dan timur masjid dari 14 kabupaten/kota di Kalbar. (qrf)