Maju Calon Senator, Sukiryanto Ingin Lebih Mendekatkan DPD ke Masyarakat

oleh -1.348 views
Sukiryanto (dua dari kiri) menerima plakat dari Pokja Rumah Demokrasi.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Pokja Rumah Demokrasi menggelar diskusi publik “15 Tahun Menakar Kekuatan DPD RI di Parlemen”, di Whats Up Kafe, Pontianak, Sabtu (6/10/2018).

Sejumlah pemateri hadir dalam kegaiatan ini. Di antaranya dua calon DPD RI Dapil Kalbar, Sukiryanto dan Abdul Rahmi. Diskusi juga dihadiri pemateri akademisi Fisip Untan, Zulkarnaen.

Sukiryanto dalam diskusi tersebut menanggapi permasalahan utama menyoal eksistensi DPD di daerah. Khususnya di Kalimantan Barat yang memang belum banyak dikenal lebih akrab oleh masyarakat.

Ketua Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalbar ini menceritakan pengalamannya bertandang ke sejumlah daerah di Kalbar. Memang banyak ditemui warga yang tidak mengetahui apa itu DPD. Baik itu dalam perannya, fungsi serta tugas.

Menurutnya ada kecenderungan di kalangan masyarakat yang minim edukasi soal DPD beserta calonnya. Sehingga ketika memilih hanya berdasarkan pengetahuan personal para calon tersebut.

“Memilih hanya karena orang itu cantik. Atau memakai kopiah, karena sama-sama pemeluk Islam,” ujarnya.

Hal ini menurutnya sangat disayangkan, mengingat DPD adalah perpanjangan tangan daerah yang seharusnya mampu memperjuangkan kepentingan dan aspirasi masyarakatnya.

Untuk itu, dia berharap para calon anggota DPD RI, tidak hanya memikirkan untuk dipilih, tapi bagaimana mengenalkan apa itu DPD secara fungsi, tugas serta wewenangnya.

“Di sini yang memang perlu dipahami. Nantinya calon juga bertanggung jawab dan perlu mengenalkan apa itu DPD RI ke masyarakat,” ujarnya.

Dia menyatakan, para calon anggota DPD RI yang akan maju agar tak hanya melakukan pembinaan pada basisnya saja. Namun harus secara menyeluruh kepada semua masyarakat di Kalbar.

“Saya sendiri memiliki visi misi untuk mendekatkan masyarakat dengan DPD RI. Karena di sinilah tempatnya menyerap aspirasi masyarakat. Memahami apa yang dibutuhkan daerah untuk kepentingan masyarakat luas,” paparnya.

Maka itu, kata Sukir, untuk mendorong upaya tersebut memang diperlukan juga dukungan dari masyarakat, pemerintah pusat bahkan pemerintah daerah. Terutama terhadap eksistensi DPD RI di daerah masing-masing.

“Perlu eksistensinya di daerah. Misalnya soal kantor DPD. Memang harus ada perhatian pemerintah daerah soal fasilitas agar anggota DPD yang mewakili daerah bisa berbuat banyak untuk daerah,” katanya.

Diskusi ini dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi. Tema diskusi yang diangkat kali ini bertepatan dengan momentum 15 tahun DPD RI yang jatuh pada 1 Oktober kemarin. (app)