Ini Dia Pendidikan Berbasis Internet Midji-Norsan

oleh

Sutarmidji. Ist

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Cagub Kalbar nomor urut 3, Sutarmidji usai melakukan serangkaian kampanye dialogis menuturkan jika ia nantinya terpilih akan mengembangkan pendidikan berbasis teknologi guna di daerah Kapuas Hulu dan pedalaman lainnya.

Hal itu dilakukan, menurutnya karena melihat angka putus sekolah di Kapuas Hulu perlu penanganan khusus, walaupun dikatakannya dari segi kesehatan Pemda setempat sudah semakin baik.

“Saya bolak balik dari Putusibbau, turun ke Silat Hulu dan Silat Hilir baru ke Sintang, jadi seluruh kawasan telah kita pahami, di Kapuas Hulu hampir semua kecamatan sudah didatangi. Mudah-mudahan kita mampu melakukan perubahan disana secara mendasar, harus ada perubahan mendasar di Kapuas Hulu dan sinergi pemprov, pemkab dan pusat menjadi kunci dalan penataan yang bukan hanya di Kapuas Hulu namun semua,” ungkapnya, Kamis (5/4/2018).

Namun, kata dia, jika tidak ada keharmonisan Pemprov, Pemkab dan Pusat maka apapun yang diperbuat akan sulit dapat capaian yang maksimal karena banyak hambatan.

Ia mengatakan, hambatan dibirokrasi lebih besar pengaruh negatifnya daripada pengaruh ril dilapangan.

“Saya tawarkan memperkuat jaringan komunikasi antar daerah terutama daerah yang sulit dijangkau, jika membangun ruang belajar tidak efisien maka akan dibuat model pembelajaran media elektronik, kita siapkan guru kelas masing-masing, anak tidak perlu sekolah di sekolah formal, cukup dirumah dengan satu laptop, infokus serta jaringan internet yang bagus,” katanya.

Bahan mengajarnya, kata dia, diambil dari internet yang sama dengan materi dikelas, termasuk silabus dan kurikulum dan ia yakin anak-anak akan lebih pintar.

Lalu untuk tamatan jurusan keguruan pendidikan, menurutnya bisa dikontrak untuk menjadi guru kelas.

“Itulah solusi untuk menyelesaikan pendidikan garis terdepan atau guru garis depan,” terangnya.

Dan ketika jaringan internet bagus, Bang Midni menuturian masyarakat akan mudah mengakses informasi secara nasional maupun lokal sehingga bisa mengikuti perkembangan yang terjadi dengan cepat, dan akan berdampak disisi ekonomi ataupun lain-lain.

“Kalau anggaran ini lebih murah, kita hanya tinggal kontrak guru dan bisa belajar dirumah masyarakat, bahkan boleh dialam, taman, yang terpenting saat ujian baik. Terpenting adalah terdaftar, terprogram, dan saya rasa itu bisa serta solusi yang rasional bagi daerah Kalbar yang sangat luas,” jelasnya.

Untuk metode sekolah itu bisa keseluruhan namun minimal SD dan SMP, kalau sekolah asrama hanya bisa untuk SMA dan itupun terbatas.

“Saya rasa perusahaan telekomunikasi mau saja untuk membangun tower, minimal satu kecamatan ada dua titik dan telah bisa menjangkau semua,” tuturnya.

Dan didi daer Kapuas Hulu, Midji menuturkan akan mendorong adanya SMK agar anak yang menempuh pendidikan SMK dengan skill yang didapat dapat diterapkan untuk membangun desanya.

(Media Center Midji-Norsan)