Pembangunan Ramah Lingkungan dan Pengelolaan SDA, Karolin : Program Aksi Kami Konkret

oleh -1.699 views
Karolin dan Gidot memaparkan program unggulan dalam debat publik kedua, Sabtu (5/5/2018) malam.

KUBU RAYA, KILASKALBAR.com – Cagub Kalbar nomor urut 2 Karolin Margret Natasa menyebutkan, setidaknya ada tiga prinsip yang harus dipenuhi untuk mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan dan tata kelola sumber daya alam yang baik, yakni people, profit dan planet.

“Yaitu manusia, keuntungan dan kemanfaatan bagi masyarakat, dan keberlangsungan hidup planet bumi rumah kita ini,” kata Karolin saat menjelaskan visi misinya yang dikaitkan dengan tema debat publik, ‘Pembangunan yang ramah lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam’, di acara debat publik kedua yang diadakan KPU Provinsi Kalbar di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu (5/5/2018) malam.

Karolin menerangkan, tiga aspek tersebut merupakan esensi dari pembangunan yang berorientasi pada aspek ekonomis dan ekologis. Untuk dapat merealisasikannya, perlu kepemimpinan yang visioner, berwawasan lingkungan, dan tentu saja harus berlandaskan pada kearifan lokal.

“Program aksi kami konkret, yaitu konservasi sumber daya alam hutan dan maritim. Wujud implemantasi adalah kesepakatan konferensi lingkungan seperti yang terakhir dilaksanakan di Jerman, untuk pengendalian dampak perubahan iklim,” jelasnya.

Komitmen pasangan Karolin-Gidot dalam pembangunan yang ramah lingkungan dan tata kelola sumber daya alam di Kalbar, di antaranya dengan pengembangan energi terbarukan, sertifikasi lahan, dan regulasi hutan adat.

“Kami hadir sebagai solusi bagi masyarakat Kalimantan Barat. Kami akan memperkuat kearifan lokal dalam pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam,” katanya.

Secara nyata dan konkret, komitmen pengembangan energi terbarukan yang dipersembahkan Karolin-Gidot bagi masyarakat Kalbar, yakni dilaunchingnya alat memasak dengan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan, kompor sawit.

“Inilah kado kami sebagai solusi kebutuhan keluarga, kami hadirkan kompor sawit dengan bahan bakar sawit. Ramah lingkungan, murah dan membantu rakyat. Dan di Bengkayang sudah dirasakan juga kompor biogas dari kotoran sapi, yang dilaksanakan oleh Pak Bupati Bengkayang,” ujarnya.

Di sektor wisata alam, Paslon nomor urut 2 ini akan mengembangkan ekowisata. Kawasan wisata alam terpadu yang mengedepankan kearifan lokal, kelestarian alam dan pemulihan lingkungan. (qrf)