Bujang-Dare PSI Dibentuk untuk Pemuda Kalbar Melek Politik

oleh -1.674 views
Bujang-Dare PSI .

PONTIANAK, KILASKALBAR.com Bujang-Dare Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kalbar, itulah nama yang diambil oleh sekumpulan pemuda dan pemudi Kalbar yang masing-masing beranggotakan 11 pemuda dan 11 pemudi untuk berjuang memenangkan PSI.

Jumlah masing-masing 11 ini, mereka nyatakan untuk menampilkan dan menunjukkan kepada masyarakat khususnya di Kalbar, bahwa PSI di nomor 11 dalam nomor urut peserta Pemilu tahun 2019.

Deretan nama-nama kesebelasan pemuda itu ialah Abdul Rahman, Arifuddin, Farhan, Hambali, Imam Hambali, Ilham, Junaidi, Kristian Wahyu, Muhammad Hotip, Nasan dan Rahman.

Sementara nama-nama pemudinya ialah Amira Sukma Tristyana, Ayu Lestari, Adelia Risti, Cessnia Selzi, Dea Amelia, Nafizatul Ardilla, Siska, Sri Purwati, Tifa, Waliyatul Hasanah dan Zahro.

Koordinator Bujang-Dare PSI Kalbar, Putriana menyebutkan, komunitas ini dibentuk berdasarkan atas kecintaan mereka akan kebajikan, keragaman dan solidaritas di Indonesia.

“Yang ingin terus diperjuangkan dan pertahankan sebagai buah gerakan mereka, dengan menjadi simpatisan dari PSI karena hanya lartai ini yang cocok dengan DNA perjuangan mereka,” ujarnya.

Selain itu, komunitas ini dibentuk pula dengan tujuan agar kaum muda-mudi di Kalbar melek politik yang selama ini cenderung apatis terhadap politik.

Mereka mendeklarasikan diri atau launching pada hari Sabtu (1/12/2018) pukul 18.30 WIB, di Warung Aspirasi Sab’in, Jalan Atot Ahmad, Kelurahan Sungai Beliung, Pontianak.

Pendeklarasian ini berlangsung dengan khidmat diawali dengan dialog bertemakan “Politik Bukan Sekedar Janji” di Warung Aspirasi Sab’in yang merupakan kegiatan rutin mingguan dan dipandu langsung oleh tuan rumahnya sendiri yang bernama Bonti (Panggilan akrabnya Sab’in).

Putriana berharap, melalui wadah atau komunitas yang dibentuknya ini kepada pemuda dan pemudi Kalbar untuk peduli terhadap dinamika politik Indonesia, khususnya di Kalbar.

Sebab menurutnya, semrawutnya dinamika politik Indonesia hanya bisa diperbaiki oleh kaum mudanya sebagai kaum atau angka usia yang telah memerdekakan bangsa.

“Generasi muda atau milenial yang dicap sebagai generasi pasif dan tak produktif harus kita patahkan melalui komunitas ini, bahwa kami para pemuda atau kaum muda-mudi Kalbar siap untuk sama-sama bangun bangsa dan melek dengan dinamika politik Indonesia,” ujarnya. (*)