Karolin Ajak Anak Muda Tidak Malu Jadi K

oleh -1.735 views
Karolin Margret Natasa.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Karolin Margret Natasa mengajak anak muda Kalimantan Barat tidak malu bekerja sebagai seorang petani. Calon Gubernur Kalimantan Barat periode 2018-2023 ini melihat ada kecenderungan anak muda enggan menjadi petani.

“Banyak yang gengsi. Padahal menjadi petani itu sangat mulia. Secara ekonomi, tidaklah rugi menjadi petani, bahkan cenderung menjanjikan bila dikelola dengan baik,” katanya.

Menurutnya, banyak sarjana pertanian yang tidak berani untuk terjun bekerja sebagai seorang petani. Sebagian besar malah berlomba-lomba menjadi pegawai negeri atau bekerja kantoran.

“Ya itu tadi, gengsinya. Di negara maju, petani menjadi pekerjaan yang sangat menjanjikan dan gengsinya cukup tinggi,” tuturnya.

Karolin mengungkapkan, jika sarjana pertanian sudah menguasai teori tentang bercocok tanam dan mengaplikasikannya pada lahan pertanian, tentu potensi pertanian di Kalbar akan semakin meningkat dan juga akan berpengaruh pada proses pembangunan di daerah.

“Jika masih mengacu pada pola pertanian tradisional, memang gengsinya kurang. Tapi kalau generasi muda kita yang sudah melek teknologi membuka lahan pertanian secara modern, tentu hasilnya melimpah dan gengsinya bisa naik sehingga ini yang terus kita dorong,” lanjutnya.

Calon Gubernur perempuan satu-satunya itu menambahkan, Kalbar merupakan salah satu provinsi yang memiliki lahan pertanian cukup besar. Dengan potensi yang ada tersebut, dirinya optimis bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, jika dikelola secara serius.

“Dalam hal ini, peran generasi muda jelas sangat tinggi. Apalagi jika ini dikombinasikan dengan keberadaan Bumdes bidang pertanian yang dikelola desa nantinya, sehingga bisa menjadi kombinasi yang lebih luar biasa dalam menggerakkan perekonomian dan pembangunan di desa,” papar Karolin.

Karolin yang juga menambahkan, sudah saatnya masyarakat untuk mengubah pola pikir dari pertanian tradisional ke pertanian modern. “Kalau kita hanya menggunakan sistem pertanian yang ada saat ini, jelas sulit untuk meningkatkan hasil pertanian. Makanya, saya minta kepada masyarakat yang tahu tentang teknologi pertanian untuk bisa membantu petani lainnya,” pungkasnya.

(Media Center Karolin-Gidot)