Kalbar Butuh Gubernur Kaya Gagasan

oleh -1.607 views
Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Provinsi Kalimantan Barat memerlukan pemimpin yang memiliki gagasan-gagasan brilian untuk mengelola sumber daya alam (SDA) di daerah ini.

Gagasan ini menjadi penting untuk memastikan pengelolaannya secara proporsional. Hal inilah yang dimiliki oleh Karolin Margret Natasa, Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua.

Seperti di Kabupaten Melawi, ketika berkunjung ke daerah tersebut, calon gubernur perempuan itu melihat ada potensi tambang uranium, yang hingga kini belum bisa dikelola oleh sumber daya manusia setempat. Karena itu, Karolin yang berpasangan dengan Suryadman Gidot itu, siap memfasilitasi anak-anak muda cerdas di Kabupaten Melawi untuk mendapatkan pendidikan khusus untuk mengelola uranium.

“Harus ada anak muda dari Melawi yang memiliki keahlian khusus dalam mengelola bahan tambang uranium itu. Kalau memang di sini (Melawi) ada anak-anak yang cerdas dan mampu, maka kita siapkan beasiswanya sehingga ada ahli yang mampu menangani uranium,” jelas Karolin.

Seperti diketahui, Kalimantan Barat memiliki potensi mineral radioaktif uranium lebih dari 25 ribu ton. Hingga 2014, terdapat 25.436 ton U3O8 potensi uranium di Kalan, Kabupaten Melawi. Jumlah itu hanya terdapat di Desa Kalan saja, belum di wilayah lainnya.

Badan Tenaga Nuklir Nasional menyebutkan, angka tersebut terdiri atas 1.608 ton kategori terukur, 6.456 ton terindikasi, 2.648 ton kategori tereka, dan 14.727 ton hipotek. Penyelidikan keberadaan uranium di Kalbar bermula pada 1970 dan bekerjasama dengan CEA Perancis. Pada 1974, eksplorasi dilakukan di Kalan. Eksplorasi berlanjut ke Melawi-Mahakam hingga tahun 1977.

Tingginya potensi bahan tambang uranium ini memerlukan tenaga ahli khusus dalam mengelolanya. Karena itu, diperlukan orang-orang setempat yang memilikinya sehingga ketika pada suatu hari nanti, eksplorasi dilakukan, orang-orang setempat sudah siap sumber daya manusianya.

(Media Center Karolin-Gidot)