Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Perkuat Kapasitas TJSL Lewat Benchmarking di 2 Lokasi
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperkuat kelompok binaan melalui Benchmarking (Foto: Humas Pertamina)
KILASKALBAR – Dalam memperkuat kapasitas dan inovasi kelompok binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Supadio Pontianak menggelar kegiatan benchmarking ke dua lokasi inspiratif berbeda yakni Posyandu Mawar Melati dan Tanzif Natural Solutions di Jakarta pada Jumat (23/01) lalu.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pelaksanaan program TJSL melalui pembelajaran lapangan, sekaligus mendorong adopsi praktik terbaik bagi kelompok binaan Ponsera dan Destana Patra di wilayah operasional perusahaan.
Ponsera (Posyandu Integrasi Sehat Ceria) merupakan salah satu program TJSL AFT Supadio yang berfokus pada isu kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan stunting di Desa Mekar Sari melalui peningkatan kapasitas kader serta edukasi kesehatan keluarga.
Sementara itu, Destana Patra (Desa Wisata dan Tangguh Bencana Patra Niaga) merupakan program binaan yang berfokus pada restorasi ekosistem mangrove dan pengembangan potensi lokal dengan salah satu produk unggulan Destana Patra adalah pengolahan bahan dasar mangrove menjadi produk sabun organik ramah lingkungan yang memiliki nilai tambah ekonomi.
Kegiatan benchmarking ini diikuti oleh 17 anggota kelompok binaan. Sebanyak 12 peserta mengunjungi Posyandu Mawar Melati di Rawasari, Jakarta Pusat untuk mempelajari sistem pengelolaan posyandu dan inovasi edukasi gizi. Sedangkan 5 peserta lainnya mengikuti pembelajaran di Tanzif Natural Solutions yang terletak di Pasar Minggu untuk mendalami proses pembuatan sabun organik, mulai dari teknik perhitungan formula hingga strategi menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki daya saing pasar.
Salah satu anggota Destana Patra, Erlina, mengungkapkan manfaat nyata dari kegiatan ini untuk mengembangkan hasil produksi sehingga mendapatkan kualitas yang lebih baik lagi.
“Sebelumnya kami sudah memproduksi sabun organik, namun masih menemui kendala pada tekstur dan bentuk yang kurang variatif. Melalui kesempatan belajar langsung dari ahlinya, kami menjadi lebih memahami proses yang tepat untuk memperbaiki kualitas produk kami,” ujar Erlina.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen perusahaan untuk memastikan program TJSL berjalan adaptif dan berkelanjutan.
“Benchmarking_ ini kami lakukan untuk mendorong inovasi kelompok binaan agar mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Kami berharap pembelajaran ini dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Edi.
Melalui kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berharap kelompok binaan dapat mengimplementasikan praktik terbaik guna memperkuat kemandirian masyarakat, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.(dk)
