Ditahan Polisi, Pria yang Bercanda Bom Dalam Pesawat di Bandara Supadio Terancam 8 Tahun Penjara

oleh -1.712 views
Penumpang pesawat Lion Air di Bandara Supadio, Kubu Raya, keluar dari pintu darurat pesawat, Senin (28/5/2018) malam.

PONTIANAK, KILASKALBAR.com – Polresta Pontianak Kota menahan pria yang menyebabkan kepanikan dan kegaduhan didalam pesawat Lion Air JT687 tujuan Pontianak-Jakarta di Bandara Supadio, Kubu Raya, Senin (28/5/2018).

Penumpang berinisial FN asal Wamena Papua tersebut ditahan karena menyebutkan membawa bom di dalam tas yang dibawanya kepada pramugari.

Kapolresta Pontianak, AKBP Wawan Kristyanto mengatakan, terkait peristiwa yang menyebabkan kepanikan tersebut, pihak kepolisian akan menerapkan Pasal 437 ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, dengan sanksi hukuman maksimal 8 tahun penjara.

“Masih kita lakukan pemeriksaan dan sedang kita dalami ,” ujar Wawan di Mapolresta Pontianak, Senin (28/5/2018) malam.

Wawan menambahkan, FN seorang diri saat mengatakan membawa bom didalam tas nya tersebut.

“Dia (FN) menyampaikan dengan pramugari, istilahnya Joke Bomb. Berkata tentang bom saja itu tidak boleh di lingkungan bandara,” jelas Wawan.

Saat ditanya pramugari terkait isi tas yang dibawanya, FN pun menjawab isinya bom.

“Saat itu sudah boarding dan penumpang sudah sekitar 95 persen berada di dalam pesawat,” sambung Wawan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, FN diketahui merupakan warga asal Wamena Papua yang baru saja menyelesaikan pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Pontianak.

FN yang baru saja diwisuda itu rencananya hendak melakukan perjalanan kembali ke daerah asalnya menuju Jayapura dan transit di Jakarta.

Selain FN, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap dua orang pramugari Lion Air yang menjadi saksi terkait peristiwa tersebut.

Pihak Lion Air terpaksa menunda keberangkatan pesawat JT687 akibat peristiwa tersebut. Namun para penumpang tetap diberangkatkan menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat pengganti. (Noy)